Ambarrukmo Luncurkan Buku Sejarah Edisi Kedua, Rekam Jejak Lima Zaman

2 hours ago 1

Ambarrukmo Luncurkan Buku Sejarah Edisi Kedua, Rekam Jejak Lima Zaman

Peluncuran buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" di Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo, Selasa (21/7/2026) sore./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

SLEMAN - Merawat rekam jejak perjalanan sejarah dari masa kolonial hingga era modern, Ambarrukmo Group resmi meluncurkan buku edisi kedua berjudul Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri di Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo, Selasa (21/7/2026) sore.

Buku Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri ditulis oleh Mikke Susanto dan Sri Margana. Agenda peluncuran dan diskusi budaya menjadi jembatan bagi penulis dan Ambarrukmo Group untuk mempopulerkan sekaligus membedah isi buku tersebut.

Director of Sales & Marketing Royal Ambarrukmo, Maya Dewi, menjelaskan buku ini diinisiasi dari sebuah pemikiran untuk merawat riwayat Ambarrukmo dari zaman ke zaman. Menurut Maya, Ambarrukmo telah melewati lima zaman dan selama itu pula berbagai peristiwa serta cerita terus berkelindan.

Ragam kisah yang pernah terjadi di Ambarrukmo itulah yang kemudian dirangkum dan ditulis ke dalam sebuah buku. Terlebih, Ambarrukmo, kata Maya, tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Indonesia yang terjadi di Yogyakarta.

"Di sini kan sudah banyak kejadian-kejadian yang sebenarnya pengin kita tulis supaya di generasi berikutnya itu masih bisa mengingat dari sisi perjuangan, dari sisi sejarah, dari sisi kejadian apa saja sih yang membuat Ambarrukmo ini bagian dari Jogja dan perjalanan NKRI," kata Maya, Selasa (21/7/2026) malam.

Keinginan untuk menerbitkan buku tentang sejarah Ambarrukmo itu kemudian diwujudkan melalui serangkaian riset panjang dan proses penulisan yang tidak singkat.

Maya menjelaskan kompleks Ambarrukmo masih menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah. Selain itu, bangunan Royal Ambarrukmo saat ini berdiri di atas Sultan Ground. Berbagai elemen di kawasan Ambarrukmo berkaitan erat dengan sejarah dan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

"Kami pengin memberitahukan kepada masyarakat khalayak umum. Kemudian budaya-budaya apa saja yang ada di sini. Jadi kita ingin memberikan dari kejadian-kejadian ini menjadikan sebuah buku yang menjadi ilmu yang bisa bermanfaat untuk generasi berikutnya," tegasnya.

Ambarrukmo Group memiliki alasan tersendiri memilih buku sebagai media pencatatan sejarah. Menurut Maya, buku tidak lekang oleh waktu sehingga pengetahuan di dalamnya dapat diwariskan secara berkelanjutan.

"Buku itu tidak lekang oleh waktu. Jadi buku itu kita bisa melihat dan kita pada saat kita membaca, kita akan merasa masuk ke dalam masanya, pada periode itu. Bagaimana diceritakan kejadian-kejadian atau bersejarah yang ada di Ambarrukmo ini," tuturnya.

Salah satu penulis buku Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri, Sri Margana, mengatakan buku ini merupakan edisi kedua dari edisi pertama yang diterbitkan sekitar tahun 2012. Seiring perkembangan yang cukup pesat, banyak peristiwa baru terjadi di kompleks Ambarrukmo sehingga perlu ditambahkan ke dalam edisi terbaru.

"Kemudian juga ada revisi-revisi, beberapa chapter yang perlu ditambah, diubah, ada yang juga yang dikurangi, untuk alasan-alasan tertentu. Jadi, ini edisi kedua dari buku Ambarrukmo," jelasnya.

Menurut Margana, buku ini penting karena mengisahkan sejarah kawasan Ambarrukmo. Keberadaan Kedaton Ambarrukmo di lima zaman, menurutnya, telah memainkan peran penting yang berbeda-beda.

"Sejak masih dalam jajahan kolonial, masa VOC, kemudian masa kolonial, masa pendudukan Jepang, masa revolusi kemerdekaan, juga masa-masa Ibu Kota Jogjakarta ada di masa Republik kemudian sampai yang sekarang ini," jelasnya.

Margana menegaskan banyak peristiwa penting terjadi di kompleks Ambarrukmo. Peristiwa-peristiwa tersebut, kata dia, tidak hanya bermakna bagi masyarakat Yogyakarta, tetapi juga bagi sejarah Indonesia, terutama pada periode-periode transisi.

"Apalagi Hotel Ambarrukmo itu sendiri, itu didirikan bagian dari dan didanai dari pampasan perang Jepang dan merupakan ide presiden kita yang pertama, Ir. Soekarno, bersama-sama lima hotel yang lain yang ada di Indonesia. Sehingga hotel ini memiliki, selain Pendopo Kedhaton yang ada di sini, juga hotel itu sendiri memiliki arti yang sangat penting," tukasnya.

Secara keseluruhan, buku Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri memuat nilai sejarah, budaya, arsitektural, filosofis, serta sisi modernitas yang berkembang di kawasan Ambarrukmo.

Sementara itu, Managing Director Ambarrukmo Group, Haris Susanto, menerangkan Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri merupakan wujud komitmen Ambarrukmo Group untuk terus melestarikan situs sejarah yang menjadi oase di tengah modernitas Yogyakarta masa kini.

"Melalui buku ini, harapannya akan lebih banyak mengajak pembaca untuk menelusuri kisah Ambarrukmo dari masa lalu hingga menjadi bagian penting dari wajah Yogyakarta hari ini," tuturnya.

Buku ini sangat cocok bagi pembaca yang mendalami bidang sejarah, pariwisata, arsitektur, seni, dan budaya Yogyakarta. Pembelian buku Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri dapat dilakukan melalui media sosial Ambarrukmo atau dengan datang langsung ke Mirunggan Gallery di Royal Ambarrukmo. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |