Jumali Senin, 08 Juni 2026 22:17 WIB

Foto ilustrasi wisatawan sedang traveling. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pola perjalanan wisata di Indonesia mengalami perubahan signifikan. Wisatawan kini semakin tertarik mengunjungi destinasi di luar kota besar untuk menikmati keindahan alam, suasana yang lebih tenang, serta pengalaman budaya yang lebih autentik. Tren tersebut membuka peluang baru bagi pemerataan manfaat ekonomi pariwisata di berbagai daerah.
Laporan Airbnb bertajuk Beyond the Beaten Track: Unlocking Tourism Growth Across Asia Pacific menunjukkan permintaan perjalanan ke destinasi nonperkotaan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Data Airbnb mencatat hampir satu dari lima akomodasi yang tersedia di Indonesia kini berada di luar kota-kota besar. Selain itu, rata-rata durasi menginap wisatawan di wilayah tersebut meningkat lebih dari 15% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Temuan tersebut mengindikasikan semakin banyak pelancong yang memilih destinasi dengan suasana lebih tenang dan belum terlalu padat wisatawan.
Salah satu daerah yang mencatat pertumbuhan paling signifikan adalah Nusa Tenggara Barat. Wilayah ini mengalami peningkatan lama menginap hingga 68% secara tahunan, menjadikannya salah satu destinasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik.
Secara khusus, Lombok menjadi salah satu tujuan wisata yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, perkembangan juga terlihat di kawasan timur Indonesia. Nabire tercatat menerima pemesanan Airbnb pertamanya pada 2025, menandai mulai terbukanya akses wisata ke wilayah yang sebelumnya belum banyak dikenal wisatawan.
Menariknya, mayoritas tamu yang menginap di destinasi luar kota besar merupakan wisatawan internasional. Data Airbnb menunjukkan sekitar 90% tamu di kawasan tersebut berasal dari mancanegara.
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan asing terhadap kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia di luar destinasi wisata utama.
Selain mencari pengalaman baru, wisatawan juga semakin memperhatikan dampak sosial dari perjalanan yang mereka lakukan.
Berdasarkan survei Airbnb terhadap wisatawan Indonesia:
- Sebanyak 95% responden menilai penting untuk mengunjungi destinasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
- Sebanyak 85% tertarik menjelajahi daerah di luar kota besar jika tersedia pilihan akomodasi yang memadai.
- Seluruh responden menyatakan rekomendasi dari tuan rumah atau host berpengaruh terhadap pola pengeluaran mereka selama berwisata.
Perubahan perilaku wisatawan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pengeluaran wisatawan kini lebih banyak mengalir ke usaha milik masyarakat setempat, mulai dari restoran, pasar tradisional, hingga destinasi wisata berbasis komunitas.
Secara keseluruhan, sebanyak 92% wisatawan Indonesia tercatat telah mengunjungi destinasi di luar kota besar dalam satu tahun terakhir.
Ketersediaan akomodasi alternatif menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan tersebut. Banyak daerah wisata potensial selama ini terkendala keterbatasan hotel dan penginapan konvensional.
Kehadiran platform akomodasi alternatif dinilai mampu memperluas akses wisatawan ke berbagai destinasi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bahkan, satu dari empat wisatawan di kawasan Asia Pasifik mengaku tidak akan mengunjungi destinasi di luar kota besar apabila pilihan akomodasi alternatif tidak tersedia.
Country Head Airbnb Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj, menilai tren tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat dalam menikmati perjalanan wisata.
Menurut dia, wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi populer, tetapi juga pengalaman yang lebih personal dan autentik.
“Di Indonesia, wisatawan beralih dari destinasi wisata yang terkenal ke destinasi di luar kota besar yang menawarkan ritme yang lebih lambat, koneksi yang lebih personal, serta kehidupan lokal yang lebih autentik,” ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatnya minat terhadap destinasi alternatif berpotensi memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































