Jumali Senin, 01 Juni 2026 08:27 WIB

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar kurang sedap menerpa persiapan salah satu kontestan Benua Hitam menjelang panggung sepak bola paling akbar di dunia. Tim nasional sepak bola putra Afrika Selatan, yang akrab dijuluki Bafana Bafana, terpaksa menunda keberangkatannya ke Meksiko akibat persoalan visa yang belum sepenuhnya tuntas, hanya 11 hari sebelum dimulainya Piala Dunia 2026.
Padahal, momentum ini seharusnya menjadi puncak persiapan mereka untuk menghadapi tuan rumah Meksiko di laga pembuka grup A pada 11 Juni mendatang, sekaligus mengenang sejarah 16 tahun lalu ketika kedua tim bertemu di pembukaan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Awalnya, tim yang dilatih Hugo Broos ini dijadwalkan terbang pada Minggu (31/5/2026) untuk memulai pemusatan latihan di ketinggian Pachuca, Meksiko. Namun, seluruh rencana buyar total lantaran kendala administratif yang sangat mendasar.
Dikutip dari AFP dan RFI, Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) dalam pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa tim nasional senior putra Afrika Selatan mengalami kendala terkait visa untuk beberapa pemain dan ofisial. Akibatnya, tim tidak dapat berangkat ke Amerika Utara pada pagi hari seperti yang direncanakan semula. Ironisnya, yang menahan laju kepergian skuad bukanlah para pemain inti, melainkan jajaran staf pendukung tim.
Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie, meluapkan kekesalannya dan menyebut situasi administratif ini sangat memalukan. Berdasarkan keterangan resmi dari sang menteri yang dikutip oleh Daily Trust, kabar baiknya saat ini seluruh pemain telah menerima visa mereka.
"Semua pemain @BafanaBafana telah menerima visa mereka untuk melakukan perjalanan ke AS. Yang masih tertunda adalah asisten pelatih, dokter tim, kepala keamanan, dan satu analis," kata McKenzie.
Meskipun sempat mengalami penundaan, McKenzie menegaskan bahwa pesawat carter untuk rombongan tim akan tetap diberangkatkan pada Senin (1/6/2026). Media lokal Soccer Laduma dan SABC News melaporkan bahwa setidaknya ada 20 personel skuad yang masih dalam status pemrosesan visa di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Johannesburg sesaat sebelum jadwal keberangkatan, dengan beberapa permohonan bahkan sempat ditolak akibat kesalahan administratif.
Penundaan jadwal terbang ini membawa dampak buruk bagi kesiapan fisik para pemain di atas lapangan hijau, di antaranya:
Kehilangan Waktu Adaptasi
Laporan dari RFI dan Goal.com mengungkapkan bahwa kekacauan ini berpotensi membuat tim nasional kehilangan waktu adaptasi yang sangat berharga di wilayah dataran tinggi.
Meksiko nantinya akan menjamu Afrika Selatan di Stadion Azteca yang berada pada ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut, sebuah kondisi geografis yang menjadi keuntungan besar bagi tim tuan rumah. Selain itu, selama menunggu proses keberangkatan, para pemain tetap menjalani sesi latihan di Johannesburg seperti dilansir SAFA, namun porsi latihan di dataran tinggi dinilai sangat berbeda secara fisiologis.
Pelatih Hugo Broos, yang sebelumnya mengantarkan Afrika Selatan lolos ke putaran final Piala Dunia dengan status juara Grup C Kualifikasi CAF, kini harus memutar otak menghadapi persiapan yang sangat kacau. Seusai merampungkan laga pembuka kontra Meksiko, perjalanan Bafana Bafana di Grup A masih akan berlanjut melawan tantangan berat dari Republik Ceko dan Korea Selatan.
Terlepas dari segala kekacauan dokumen yang terjadi, pihak SAFA telah memastikan bahwa seluruh sisa anggota tim akan tetap berangkat pada hari ini, Senin (1/6/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































