Viral Rusa Makan Sampah di Taman Sriwedari, Pemkot Siapkan Penataan

7 hours ago 3

Viral Rusa Makan Sampah di Taman Sriwedari, Pemkot Siapkan Penataan

Rusa di Taman Sriwedari Solo viral karena makan sampah. Pemkot Solo menyiapkan penataan kawasan dan pengembangan penangkaran untuk 31 ekor rusa. /Espos.

Harianjogja.com, SOLO—Seekor rusa di Taman Sriwedari, Solo, menjadi sorotan publik setelah kedapatan memakan sisa makanan dari kantong plastik di area taman. Peristiwa yang viral di media sosial itu mendorong Pemerintah Kota Solo melakukan evaluasi terhadap pengelolaan kawasan wisata sekaligus habitat satwa yang menjadi daya tarik pengunjung tersebut.

Foto rusa yang terlihat mengorek tempat sampah untuk mencari makanan beredar luas setelah diunggah akun Instagram @diantarasolo pada Jumat (5/6/2026). Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat yang mempertanyakan kondisi pemeliharaan rusa di kawasan Taman Sriwedari.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, turun langsung meninjau Taman Sriwedari pada Sabtu (6/6/2026). Dalam kunjungannya, Astrid berinteraksi dengan pengunjung serta warga yang menjual pakan rusa di kawasan tersebut.

Ia juga memeriksa kondisi tempat sampah yang tersedia di area taman. Sejumlah tempat sampah diketahui telah dimodifikasi agar tidak mudah dijangkau rusa, antara lain dengan pengikat tali untuk mencegah tong sampah terguling serta penambahan pengaman agar satwa tidak terluka saat mendekat.

Selain melakukan pengecekan lapangan, Astrid menggelar rapat koordinasi bersama unsur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, dan Kelompok Sadar Wisata setempat.

"Banyak masukan ya dari kondisi yang ada ini termasuk perlunya ada penangkaran supaya tidak bisa bebas berjalan ke mana-mana sehingga bisa tetap nyaman. Masyarakat ramai sekali banyak yang memberi makan rusa dan berjalan-jalan bersama keluarga di sini setiap sore," kata Astrid.

"Jadi, saya pikir tinggal ditata dengan lebih baik lagi supaya rusa ini tetap di tempat yang nyaman, aman, dan juga lingkungannya bersih," lanjutnya.

Populasi Rusa Capai 31 Ekor

Astrid menjelaskan saat ini terdapat 31 ekor rusa yang dipelihara di kawasan Taman Sriwedari. Pemerintah Kota Solo juga memastikan kebutuhan pakan satwa tersebut tetap terpenuhi.

Menurutnya, rusa mendapatkan pakan setiap hari dan volume pakan yang disediakan telah ditingkatkan untuk mendukung kesehatan seluruh satwa yang berada di kawasan wisata tersebut.

"Secara umum kami pastikan semuanya sehat, semuanya ada tempat untuk beristirahat, ada pangan yang kami juga siapkan. Kami akan benahi dari sisi kawasan," ujarnya.

Ia menambahkan pengelolaan tempat sampah menjadi salah satu fokus pembenahan. Tempat sampah di kawasan wisata akan disesuaikan dengan standar yang lebih aman agar tidak mudah diakses satwa serta tetap nyaman digunakan pengunjung.

"Kami imbau masyarakat untuk berkunjung ke Kota Solo termasuk ke Taman Sriwedari. Serta tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya," katanya.

Disbudpar Siapkan Penangkaran dan Pemantauan Kesehatan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dokter hewan untuk memantau kesehatan rusa secara berkala.

Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta guna memastikan kondisi satwa tetap terjaga.

"Kami juga melaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam setiap tiga bulan sekali. Kami mendapatkan izin penangkaran sejak November 2025 lalu," ujar Maretha.

Menurut dia, Disbudpar dan Dispangtan telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan penangkaran rusa di kawasan Taman Sriwedari. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pembangunan area khusus agar rusa tetap memiliki ruang gerak yang cukup tanpa keluar dari zona yang telah ditentukan.

"Kami tangkarkan dan memberikan ruang hidup lebih bebas bagi mereka. Namun mobilitasnya tidak sampai ke mana-mana. Jadi ada satu ruang khusus kalau dalam konsep penangkaran itu masih dalam satu kawasan di mana masyarakat masih bisa memberikan makan tetapi di sisi lain hewan ini sudah tidak bisa keluar wilayah penangkaran sehingga tidak ada risiko-risiko seperti kemarin ya sampai ke tempat sampah dan lain sebagainya," katanya.

Penataan kawasan dan sistem penangkaran tersebut diharapkan dapat menjaga kesehatan rusa sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung Taman Sriwedari, yang selama ini menjadi salah satu ruang publik dan destinasi wisata keluarga di Kota Solo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |