Jumali Minggu, 14 Juni 2026 13:57 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Sistem kelistrikan memegang peran penting dalam menunjang kinerja sepeda motor. Selain mendukung proses starter, sistem ini juga berfungsi menyuplai daya untuk lampu, klakson, panel instrumen, dan berbagai komponen elektronik lainnya.
Karena saling terhubung, kerusakan pada satu komponen kelistrikan dapat memengaruhi fungsi komponen lain. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan perlu memahami tanda-tanda awal gangguan kelistrikan agar dapat melakukan penanganan lebih cepat.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Suzuki, terdapat beberapa masalah kelistrikan yang paling sering dialami pengguna sepeda motor.
1. Aki Tekor atau Soak
Aki menjadi sumber utama pasokan listrik pada motor. Kondisi aki yang mulai melemah biasanya ditandai dengan lampu kendaraan yang redup, suara klakson yang tidak sekeras biasanya, serta starter elektrik yang sulit digunakan.
Masalah ini dapat terjadi karena usia pakai aki yang sudah menurun atau kurangnya perawatan rutin. Jika gejala tersebut mulai muncul, pemilik kendaraan disarankan segera memeriksa kondisi aki agar tidak berujung pada motor mogok saat digunakan.
2. Kerusakan Kiprok
Kiprok atau regulator berfungsi mengatur dan menstabilkan tegangan listrik yang dihasilkan sistem pengisian sebelum dialirkan ke aki dan komponen kelistrikan lainnya.
Ketika kiprok mengalami gangguan, beberapa gejala yang kerap muncul antara lain lampu yang mudah putus dan aki yang cepat kembung. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat memperpendek usia aki dan mengganggu sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Untuk mengurangi risiko kerusakan kiprok, pemilik motor sebaiknya menghindari pemasangan aksesori listrik berlebihan yang tidak sesuai kapasitas daya kendaraan. Servis berkala juga penting dilakukan untuk memastikan sistem pengisian bekerja dengan normal.
3. Kabel Kelistrikan Rusak atau Putus
Masalah lain yang cukup sering terjadi adalah kabel yang mengelupas, longgar, atau putus akibat usia pemakaian, getaran, maupun paparan panas mesin dalam jangka panjang.
Gejalanya dapat berupa kelistrikan yang mati secara tiba-tiba, mesin tersendat, hingga muncul bau terbakar dari area tertentu pada kendaraan.
Kerusakan kabel perlu mendapat perhatian serius karena dapat memicu korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kabel menjadi langkah penting untuk mencegah risiko tersebut.
Cara Merawat Sistem Kelistrikan Motor
Agar sistem kelistrikan tetap bekerja optimal, pemilik kendaraan disarankan melakukan pemeriksaan secara berkala pada kabel, terminal, aki, dan sistem starter.
Membersihkan komponen kelistrikan dari debu dan kotoran juga dapat membantu menjaga kinerjanya. Selain itu, penggantian komponen seperti busi sesuai rekomendasi pabrikan turut mendukung performa kendaraan.
Servis rutin di bengkel resmi atau bengkel terpercaya menjadi langkah yang tidak kalah penting. Pemeriksaan menyeluruh oleh teknisi dapat membantu mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga gangguan kelistrikan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Dengan perawatan yang tepat, sistem kelistrikan motor dapat bekerja lebih optimal dan mendukung kenyamanan serta keamanan berkendara sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































