Terlalu Lama Scroll Bisa Ganggu Fokus dan Kesehatan Mental

4 hours ago 1

Terlalu Lama Scroll Bisa Ganggu Fokus dan Kesehatan Mental

Maps, peta pada ponsel - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Aktivitas scroll media sosial telah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Dengan hanya menggerakkan jari di layar ponsel, pengguna dapat melihat foto, video, berita, hingga berbagai unggahan terbaru dari seluruh dunia dalam hitungan detik.

Namun, kebiasaan menggulir layar tanpa henti atau doomscrolling ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan fisik, mental, hingga produktivitas sehari-hari jika dilakukan secara berlebihan.

Dilansir dari Halodoc, media sosial memang menawarkan hiburan dan informasi yang mudah diakses. Akan tetapi, penggunaan yang tidak terkontrol dapat membuat seseorang kehilangan banyak waktu tanpa disadari.

Berikut sejumlah dampak yang dapat muncul akibat kebiasaan terlalu sering melakukan scrolling media sosial.

1. Mengurangi Konsentrasi

Paparan konten yang terus berganti dalam waktu singkat membuat otak terbiasa menerima rangsangan secara cepat. Akibatnya, seseorang lebih mudah terdistraksi dan kesulitan mempertahankan fokus saat belajar maupun bekerja.

2. Mengganggu Waktu Tidur

Banyak orang menghabiskan waktu dengan media sosial sebelum tidur. Kebiasaan ini dapat membuat jam tidur mundur, mengurangi kualitas istirahat, hingga menyebabkan pola tidur tidak teratur.

3. Membuat Waktu Terbuang

Scrolling tanpa tujuan sering kali berlangsung lebih lama dari yang direncanakan. Beberapa menit bisa berubah menjadi berjam-jam tanpa disadari.

4. Menurunkan Produktivitas

Terlalu sering membuka media sosial saat bekerja atau belajar dapat menghambat penyelesaian tugas dan menurunkan efektivitas aktivitas sehari-hari.

5. Memicu Perbandingan Sosial

Media sosial sering menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang. Kondisi ini dapat membuat pengguna membandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa kurang puas terhadap kehidupan yang dijalani.

6. Meningkatkan Kecemasan dan Stres

Arus informasi yang terus mengalir, termasuk berita negatif, komentar, atau perdebatan di internet, dapat meningkatkan beban mental dan memicu rasa cemas.

7. Mengurangi Interaksi Langsung

Semakin banyak waktu yang dihabiskan di dunia digital, semakin sedikit kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan keluarga, teman, atau lingkungan sekitar.

8. Membuat Sulit Lepas dari Ponsel

Algoritma media sosial dirancang untuk terus menyajikan konten baru yang menarik. Hal ini dapat membuat pengguna terdorong untuk terus membuka aplikasi dan sulit berhenti scrolling.

9. Mengurangi Aktivitas Fisik

Terlalu lama duduk sambil menggunakan ponsel dapat mengurangi waktu untuk bergerak, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

10. Membuat Pikiran Cepat Lelah

Informasi yang datang tanpa henti dapat menyebabkan kelelahan mental. Otak membutuhkan waktu untuk memproses informasi dan beristirahat dari paparan layar.

11. Mengurangi Kepedulian terhadap Lingkungan Sekitar

Saat terlalu fokus pada layar, seseorang bisa kurang memperhatikan orang-orang di sekitarnya maupun situasi yang sedang terjadi di lingkungan sekitar.

12. Mendorong Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Media sosial sering menjadi pelarian saat menghadapi tugas yang sulit atau membosankan. Akibatnya, pekerjaan tertunda dan menumpuk.

13. Memengaruhi Suasana Hati

Konten yang dikonsumsi setiap hari dapat memengaruhi emosi. Konten positif mungkin memberi hiburan, tetapi konten negatif juga dapat memicu rasa marah, sedih, atau kecewa.

Cara Menggunakan Media Sosial dengan Lebih Sehat

Agar media sosial tetap memberikan manfaat tanpa mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk menggunakannya secara seimbang. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menentukan batas waktu penggunaan media sosial setiap hari.
  • Menghindari scrolling sebelum tidur.
  • Mematikan notifikasi yang tidak penting.
  • Menyediakan waktu khusus untuk aktivitas tanpa layar.
  • Memperbanyak interaksi langsung dengan keluarga dan teman.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Media sosial dapat menjadi sarana informasi dan hiburan yang bermanfaat. Namun, penggunaan yang berlebihan berisiko memengaruhi konsentrasi, produktivitas, kesehatan mental, hingga kualitas hubungan sosial. Karena itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat optimal dari teknologi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |