Jumali Sabtu, 15 Agustus 2026 23:27 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Grup band rock KOTAK membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya. Setelah 18 tahun berada di bawah naungan label rekaman, band yang digawangi Tantri, Chua, dan Cella itu memutuskan melangkah sebagai band independen.
Keputusan tersebut bukan sekadar perubahan model bisnis, tetapi juga menjadi simbol kebebasan kreatif yang selama ini ingin mereka wujudkan. Semangat tersebut dituangkan dalam single terbaru berjudul YOLO (You Only Live Once) yang resmi menjadi penanda era baru KOTAK.
Bagi KOTAK, menjadi band independen berarti memiliki ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan identitas musikal tanpa batasan dari pihak luar.
YOLO Jadi Simbol Keberanian Keluar dari Zona Nyaman
Lagu YOLO hadir sebagai anthem rock yang membawa pesan tentang keberanian mengambil keputusan dan menjalani hidup tanpa dibayangi rasa takut.
Melalui lirik yang lugas, KOTAK mengajak pendengarnya untuk berani berkembang dan tidak terus-menerus terjebak dalam zona nyaman.
Beberapa bagian lirik seperti "Aku yang dulu pemalu, tak lagi mau hidup begitu" hingga pesan "Self improvement jangan jadi beban" menggambarkan semangat untuk terus bertumbuh tanpa harus tertekan oleh ekspektasi orang lain.
Pesan tersebut sejalan dengan keputusan besar yang tengah dijalani KOTAK. Langkah menjadi band independen dinilai sebagai bentuk nyata keberanian untuk memulai sesuatu yang baru meski penuh tantangan.
Tetap Membawa DNA Rock Khas KOTAK
Secara musikal, YOLO tetap mempertahankan karakter yang selama ini melekat pada KOTAK.
Riff gitar yang kuat, energi rock yang eksplosif, serta bagian chorus yang mudah dinyanyikan bersama menjadi ciri utama lagu tersebut.
KOTAK juga menghadirkan sejumlah hook yang dirancang membakar semangat pendengar, seperti kalimat "I Want To Get It Started", "Get Up And Dance Now", dan "Watch Yourself Grow Now".
Formula tersebut membuat YOLO tetap terasa akrab bagi penggemar lama sekaligus relevan bagi pendengar generasi baru.
Produksi Dikerjakan Secara Mandiri
Perubahan status menjadi band independen juga terlihat dari proses produksi lagu.
KOTAK mengerjakan seluruh tahapan kreatif secara mandiri, mulai dari pengembangan konsep hingga proses produksi musik.
Tanpa intervensi pihak luar, karya yang dihasilkan dinilai lebih personal dan mencerminkan visi artistik yang ingin mereka sampaikan saat ini.
“YOLO bukan hanya lagu baru bagi kami, tetapi juga cerminan dari keputusan besar yang sedang kami ambil. Menjadi band independen adalah langkah yang penuh tantangan, namun kami percaya setiap pertumbuhan selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah,” ungkap KOTAK.
Perjalanan Panjang KOTAK di Industri Musik Indonesia
Nama KOTAK telah menjadi bagian penting dalam perkembangan musik rock Indonesia selama lebih dari dua dekade.
Sejak kemunculannya pada awal 2000-an, band ini berhasil melahirkan sejumlah lagu yang melekat di telinga penikmat musik Indonesia, seperti Pelan-Pelan Saja, Beraksi, Terbang, hingga Kau Bukan Milikku.
Konsistensi dalam berkarya membuat KOTAK dikenal sebagai salah satu band rock paling berpengaruh di Indonesia.
Keputusan menjadi band independen menunjukkan bahwa mereka terus beradaptasi dengan perubahan industri musik yang semakin dinamis.
Memulai Era Baru dengan Semangat yang Sama
Melalui YOLO, KOTAK menegaskan bahwa semangat bermusik mereka tetap menyala seperti saat pertama kali menapaki industri musik nasional.
Single tersebut tidak hanya menjadi karya baru, tetapi juga deklarasi bahwa mereka siap melanjutkan perjalanan dengan cara yang berbeda.
Bagi penggemar setia, YOLO menjadi bukti bahwa KOTAK terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya. Sementara bagi pendengar baru, lagu ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh perjalanan salah satu band rock terbesar yang dimiliki Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)
