Jumali Jum'at, 05 Juni 2026 15:17 WIB

Emmo JVX GT dan JVH Max/ Instagram: @emmo.mobility
Harianjogja.com, JOGJA—Pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik setelah harga unit yang digunakan mencapai hampir Rp50 juta per kendaraan. Dua model Emmo Electric Mobility, yakni Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max, tercatat memiliki nilai pengadaan lebih tinggi dibanding sejumlah motor listrik lain yang beredar di pasar nasional.
Spesifikasi Emmo untuk Operasional MBG
Berdasarkan data pengadaan, Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max dipilih sebagai kendaraan operasional untuk mendukung distribusi dan mobilitas program MBG. Kedua model tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sesuai kebutuhan penggunaan.
Emmo JVX GT dirancang sebagai motor bergaya trail untuk medan yang lebih menantang. Kendaraan ini memiliki ground clearance 320 mm dan dibekali motor listrik berkekuatan 7.000 watt. Kecepatan maksimumnya diklaim mencapai 85 kilometer per jam.
Motor ini menggunakan dua baterai berkapasitas 72V 31Ah yang memungkinkan jarak tempuh hingga 140 kilometer dalam satu kali pengisian. Selain itu, Emmo JVX GT disebut mampu mengangkut beban hingga 200 kilogram serta telah dilengkapi fitur pengisian daya cepat (fast charging).
Sementara itu, Emmo JVH Max hadir sebagai skuter listrik berbodi besar yang lebih ditujukan untuk penggunaan di jalan beraspal. Motor ini memiliki daya puncak 8.500 watt dengan kecepatan maksimum mencapai 90 kilometer per jam.
Sumber tenaganya berasal dari baterai 72V 30Ah atau sekitar 2,16 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 70 kilometer.
Dibandingkan dengan Sejumlah Kompetitor
Di pasar motor listrik nasional, Emmo JVH Max bersaing dengan sejumlah model lain yang memiliki spesifikasi dan rentang harga berbeda.
Polytron Fox-R, misalnya, dibekali motor listrik 3.000 watt dengan daya puncak 6.400 watt. Kendaraan ini mampu melaju hingga 95 kilometer per jam dan memiliki baterai 3,75 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 130 kilometer. Harga jualnya sekitar Rp13,5 juta setelah subsidi.
Yadea T9 menggunakan baterai graphene 72V 38Ah dengan jarak tempuh hingga 100 kilometer. Motor listrik berdaya 2.000 watt tersebut memiliki kecepatan maksimum 60 kilometer per jam dan dipasarkan sekitar Rp14,5 juta setelah subsidi.
Sementara itu, Honda EM1 e: diposisikan sebagai skuter listrik premium untuk mobilitas perkotaan. Kendaraan ini memiliki jarak tempuh sekitar 41,1 kilometer dengan baterai 1,4 kWh dan didukung ekosistem penukaran baterai (swap battery). Harga jualnya berada di kisaran Rp40 juta on the road Jakarta.
Perbandingan Harga dan Spesifikasi
| Emmo JVX GT | Rp49,95 juta (off the road) | 140 km | 7.000 watt, ground clearance 320 mm, kapasitas beban 200 kg |
| Emmo JVH Max | Rp48,84 juta (off the road) | 70 km | 8.500 watt, roda depan besar, fast charging |
| Polytron Fox-R | Rp13,5 juta (setelah subsidi) | 130 km | 3.000–6.400 watt, aplikasi pintar, fitur anti-maling |
| Yadea T9 | Rp14,5 juta (setelah subsidi) | 100 km | 2.000 watt, baterai graphene, sasis tertutup |
| Honda EM1 e: | Rp40 juta (OTR Jakarta) | 41,1 km | Baterai 1,4 kWh, sistem swap battery |
Menjadi Perhatian Publik
Perbandingan harga tersebut membuat pengadaan motor listrik untuk program MBG menjadi perhatian publik. Emmo JVH Max, misalnya, memiliki harga mendekati Rp49 juta per unit dengan klaim jarak tempuh 70 kilometer, sedangkan beberapa model lain menawarkan harga lebih rendah dengan jarak tempuh yang lebih panjang.
Di sisi lain, Emmo JVX GT memiliki karakter berbeda karena dirancang untuk kebutuhan medan yang lebih berat dan kemampuan membawa beban yang lebih besar dibanding sebagian kompetitornya.
Sejumlah pihak menilai diperlukan penjelasan yang transparan mengenai pertimbangan teknis, operasional, dan kebutuhan lapangan yang mendasari pemilihan kendaraan tersebut agar penggunaan anggaran negara dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































