Sekolah Rakyat Temanggung Dikebut, Siswa Sementara Belajar di Wonosobo

11 hours ago 2

Sekolah Rakyat Temanggung Dikebut, Siswa Sementara Belajar di Wonosobo

Ilustrasi: Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. ANTARA/HO-Kementerian PU\r\n

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Karanggedong dapat segera direalisasikan setelah usulan persetujuan alih fungsi lahan diajukan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Penyelesaian seluruh persyaratan kini dikebut agar pembangunan dapat dimulai pada tahap III yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Di tengah proses tersebut, calon siswa yang telah diterima pada tahun ajaran baru dipastikan tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan dititipkan sementara di Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo. Langkah ini dilakukan agar akses pendidikan bagi siswa tetap terjamin sambil menunggu pembangunan sekolah di Temanggung dimulai.

Penjabat (Pj.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Agus Sujarwo, mengatakan usulan alih fungsi lahan telah dimasukkan dalam ketentuan baru melalui Surat Edaran Bersama (SEB) antara Menteri ATR/BPN dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Menurutnya, pemerintah daerah optimistis usulan tersebut akan memperoleh persetujuan karena telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Dalam SEB tersebut disebutkan bahwa pemenuhan persyaratan paling lambat harus diselesaikan pada 31 Juli 2026.

"Berdasarkan analisa kami, Insya Allah usulan tersebut akan disetujui. Dalam SEB disebutkan bahwa pemenuhan persyaratan paling lambat harus selesai pada 31 Juli 2026. Karena itu kami berharap surat yang sudah disampaikan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti, sehingga persetujuan dari Menteri ATR/BPN bisa segera terbit," katanya, Minggu (19/7/2026).

Apabila persetujuan telah diterbitkan, Pemkab Temanggung akan segera melakukan revisi parsial terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah tersebut diperlukan untuk memasukkan hasil persetujuan alih fungsi lahan ke dalam pemenuhan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dalam pemenuhan sekitar 87 persen LP2B baru tersebut juga termasuk lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Karanggedong.

Agus menegaskan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tetap berada di lahan milik pemerintah daerah di Karanggedong dan tidak mengalami perubahan. Penetapan lokasi tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan sejumlah alternatif yang dinilai belum memenuhi persyaratan pembangunan.

Selain faktor strategis, kondisi kontur tanah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan lokasi pembangunan. Pemkab Temanggung telah melakukan kajian terhadap sejumlah lahan milik pemerintah daerah sebelum akhirnya menetapkan Karanggedong sebagai lokasi yang paling memungkinkan.

"Salah satu contohnya adalah lahan milik pemerintah daerah di Pingit. Bagian depan yang berada di sekitar rest area memang datar, tetapi bagian belakangnya sudah berupa lereng yang curam sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun. Yang paling memungkinkan, sekaligus strategis memang lahan di Karanggedong," ujarnya.

Hasil konsultasi dengan Kementerian Sosial juga menunjukkan bahwa pemerintah pusat tetap memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung. Hal tersebut menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah daerah untuk menyelesaikan seluruh persyaratan sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan.

Saat ini, Pemkab Temanggung tengah berpacu dengan waktu karena Kementerian Sosial memberikan batas waktu penyelesaian seluruh persyaratan sebelum dimulainya pembangunan tahap III pada Oktober mendatang.

"Kami berpacu dengan waktu. Kami memiliki komitmen bersama Kementerian Sosial untuk menyelesaikan seluruh persyaratan ini. Mudah-mudahan pada akhir Juli 2026 seluruh proses dapat terealisasi," katanya.

Sambil menunggu proses pembangunan dimulai, para siswa yang diterima pada tahun ajaran baru akan dititipkan sementara di Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memastikan proses pendidikan tetap berjalan sehingga para siswa tidak perlu menunggu hingga pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung selesai dilaksanakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |