Rusia-AS Akur Lagi, Bagaimana Awal Kedekatan Putin-Trump?

2 weeks ago 11

8000hoki Situs web Slot Maxwin Indonesia Terkini Sering Lancar Win Full Online

hoki kilat slot Pusat Platform web Slots Gacor Thailand Terbaru Sering Menang Banyak

1000hoki List Situs situs Slot Gacor Philippines Terbaik Gampang Jackpot Full Online

5000hoki List Login situs Slot Gacor Vietnam Terbaru Mudah Lancar Jackpot Non Stop

7000hoki.com ID server Slots Gacor China Terbaru Pasti Lancar Menang Banyak

9000hoki Data Daftar web Slot Maxwin Terpercaya Pasti Jackpot Online

List Daftar games Slots Maxwin server China Terkini Mudah Menang Full Terus

Idagent138 Slot Maxwin Terpercaya

Luckygaming138 login Akun Slot Gacor

Adugaming Id Slot Maxwin Online

kiss69 Id Slot Gacor Terpercaya

Agent188 Daftar Akun Slot Anti Rungkad

Moto128 Id Slot Gacor Terbaik

Betplay138 Id Slot Gacor

Letsbet77 Daftar Slot Maxwin Terpercaya

Portbet88 login Slot Terpercaya

Jfgaming Daftar Slot Anti Rungkat Terbaik

MasterGaming138 login Akun Slot Maxwin

Adagaming168 login Slot Anti Rungkat Terpercaya

Kingbet189 Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya

Summer138 Daftar Id Slot Anti Rungkad

Evorabid77 Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya

CNN Indonesia

Selasa, 18 Mar 2025 13:09 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat Eropa ramai membahas perang di Ukraina.

Rusia dan AS pun disebut mulai akur lagi setelah Washington bermusuhan dengan Moskow di era Presiden Joe Biden.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menyebut Putin sebagai orang yang cerdas dan kuat. Dia juga mengeklaim sangat akrab dengan Presiden Rusia selama periode pemerintahan Trump.

Di awal masa jabatan kedua, Trump juga menyebut Putin kewalahan dan mengalami banyak kerugian dalam perang Rusia-Ukraina.

Terlepas dari itu, bagaimana awal kedekatan Putin-Trump?

Kedekatan Putin dan Trump menjadi sorotan setelah politikus Republik itu menang dalam pemilihan umum pada 2016 lalu.

Rusia dituduh menyabotase kampanye Hillary Clinton dan memenangkan Trump. Namun, Moskow membantah tudingan tersebut.

Trump sempat mengatakan percaya dengan informasi intelijen. Lalu pada 2018, dia mengatakan menerima penyangkalan yang sangat kuat dan tegas dari Kremlin.

Namun keesokan harinya, Trump menarik kembali ucapannya dan menyebut hanya salah bicara.

Kedekatan mereka terus membayangi Trump di periode pertama memimpin AS.

Tuduhan itu juga memicu penyelidikan. Penasihat khusus AS Robert Mueller menghabiskan hampir dua tahun untuk menyelidiki campur tangan Negeri Beruang Merah dalam pemilu 2016.

Pada 2019, Mueller menyimpulkan Rusia ikut campur secara ekstensif dalam pemilu operasi peretasan dan disinformasi. Namun, dia menetapkan tak ada konspirasi atau koordinasi dengan kampanye Trump.

Spekulasi Putin punya semacam pengaruh atas Trump mencuat usai muncul dokumen yang dikenal berkas Steel dari perusahaan intelijen bisnis yang dipimpin mata-mata Inggris.

Dokumen itu mengisyaratkan Rusia mungkin sudah mengumpulkan rincian mengerikan soal dugaan interaksi dengan para pelacur selama Trump berkunjung ke Moskow pada 2013, demikian dikutip Reuters.

Bersambung ke halaman berikutnya...


Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |