Rupiah Rebound ke Rp18.000 Setelah BI Perkuat Stabilisasi Kurs

6 hours ago 4

Rupiah Rebound ke Rp18.000 Setelah BI Perkuat Stabilisasi Kurs

Ilustrasi rupiah. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah menguat 170 poin atau 0,94 persen dan ditutup di level Rp18.000 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang Asia. Yuan Tiongkok tercatat menguat 0,19 persen, dolar Hong Kong naik 0,01 persen, won Korea Selatan menguat 0,38 persen, dan dolar Singapura bertambah 0,16 persen.

Sementara itu, yen Jepang melemah 0,01 persen, baht Thailand turun 0,12 persen, dan dolar Taiwan terkoreksi 0,03 persen.

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menilai sentimen pasar global membaik setelah meredanya ketegangan antara Iran dan Israel. Kedua negara disebut telah menghentikan aksi saling serang menyusul seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar konflik tidak semakin meluas.

Meski demikian, pasar masih mencermati risiko inflasi global yang dipicu harga energi. Kondisi tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

“Pasar juga menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Mei yang diperkirakan naik 4,2 persen secara tahunan,” ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri, keputusan BI menaikkan BI Rate menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah. Kebijakan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar di tengah tingginya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Selain itu, langkah tersebut juga bersifat pre-emptive guna menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran target pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Bank Indonesia juga menilai peningkatan imbal hasil instrumen keuangan domestik diperlukan untuk menarik kembali aliran modal asing masuk ke Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan sektor eksternal.

Untuk perdagangan Rabu (10/6/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif. Namun, ia memprediksi mata uang Garuda berpotensi kembali melemah dan bergerak di kisaran Rp18.050-Rp18.100 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |