Ribuan Warga Gelar Aksi Damai Jaga Jogja Jelang May Day

5 hours ago 3

Ribuan Warga Gelar Aksi Damai Jaga Jogja Jelang May Day Aksi damai Jogja diikuti ribuan warga lintas elemen jelang May Day, serukan penolakan anarkisme dan jaga keamanan Malioboro. - Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Aksi damai Jogja bertajuk “Jaga Jogja dengan Cinta” diikuti ribuan warga lintas elemen, Rabu (29/4/2026). Gerakan ini menjadi simbol komitmen menjaga keamanan Kota Jogja jelang peringatan May Day.

Ribuan orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), paguyuban, hingga komunitas lintas iman memadati pusat Kota Jogja dalam aksi damai Jogja yang digagas Forum Jogja Damai. Gerakan ini menjadi respons kolektif untuk memastikan situasi tetap kondusif dan aktivitas publik berjalan tanpa gangguan.

Aksi dimulai dari kawasan Parkir Abu Bakar Ali dengan kirab budaya dan jalan kaki menuju kawasan Jalan Malioboro hingga berakhir di Titik Nol Kilometer Jogja. Sepanjang rute, peserta membawa atribut bertema perdamaian sambil mengajak masyarakat dan wisatawan menjaga ketertiban serta kenyamanan kota.

Setibanya di lokasi akhir, ribuan peserta menggelar doa bersama lintas agama yang berlangsung khidmat. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi komitmen menjaga stabilitas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk penolakan terhadap aksi anarkisme dan perusakan fasilitas publik. Meski demikian, mereka tetap mendukung kebebasan berpendapat selama dilakukan sesuai aturan hukum.

Hasto Wardoyo mengapresiasi inisiatif warga yang dinilai mampu menjadi benteng sosial dalam meredam potensi konflik.
“Semua berkumpul dengan semangat guyub rukun untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan Kota Jogja. Semoga Jogja tetap istimewa,” ujarnya.

Perwakilan Forum Jogja Damai, Kusnanto, menegaskan bahwa aksi ini mencerminkan soliditas masyarakat dalam menjaga rasa aman, terutama menjelang peringatan Hari Buruh Internasional yang kerap diwarnai mobilisasi massa besar.
“Kami tidak menolak aksi unjuk rasa. Tetapi kami menolak anarkisme. Aspirasi tetap harus bisa disampaikan secara damai,” katanya.

Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan Forum Jogja Damai, Hasanudin, yang menyoroti pentingnya menjaga kawasan Malioboro sebagai ikon wisata dan ekonomi DIY agar tetap aman dari tindakan destruktif. “Monggo saja menyampaikan aspirasi tapi harus dilakukan dengan damai. Malioboro ini milik bersama, harus kita jaga,” ujarnya.

Aksi damai Jogja ini juga mendapat pengawalan aparat keamanan, termasuk kehadiran Wakapolresta Jogja AKBP Robertus Koko yang turut memantau jalannya kegiatan. Sinergi antara masyarakat dan aparat diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DIY.

Melalui gerakan ini, Forum Jogja Damai berharap semangat kebersamaan terus terjaga, sehingga Jogja tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan terbuka untuk dialog tanpa kekerasan di tengah dinamika sosial yang berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |