Jemaah haji 2026 diimbau waspadai cuaca panas Arab Saudi yang diprediksi tembus 42 derajat Celsius. Persiapkan fisik dan hidrasi sejak dini. - Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca panas atau heat stroke di Arab Saudi 2026 menjadi perhatian serius bagi penyelenggara haji dan calon jemaah haji. Kenaikan suhu ekstrem diprediksi terjadi, sehingga jemaah diminta menyiapkan kondisi fisik dan strategi adaptasi sejak awal keberangkatan.
General Manager Marketing Sahid Tour, Teguh Budi Santoso, mengatakan bahwa lonjakan suhu di Tanah Suci bukan sekadar isu biasa, melainkan tantangan nyata yang harus diantisipasi oleh seluruh jemaah. Berdasarkan pemantauan terkini, suhu udara di Arab Saudi diperkirakan meningkat signifikan dan berpotensi berdampak langsung pada kesehatan.
Menurut Teguh, kondisi panas bahkan sudah terasa sejak jemaah tiba di bandara. "Suhu saat turun dari bandara Jeddah itu sudah panas sekali. Bahkan dalam kondisi AC dingin pun, hawa panasnya masih sangat terasa. Ini menjadi perhatian besar kami," ujar Teguh, Rabu (29/4/2026).
Sebagai langkah mitigasi, pihaknya mengintensifkan persiapan melalui puluhan pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting untuk membahas kondisi lapangan dan kesiapan teknis. Sosialisasi juga diperluas lewat pertemuan langsung, termasuk memanfaatkan momentum halalbihalal di berbagai kota. Hal itu dilakukan untuk memastikan para jemaah haji nyaman dalam menunaikan ibadah.
"Kami memanfaatkan momen halalbihalal serentak di seluruh kota untuk mengundang jemaah haji 2026. Di sana, kami sosialisasikan bagaimana mengantisipasi kondisi terkini, terutama perkiraan kenaikan suhu di Arab Saudi saat pelaksanaan haji nanti," tambahnya.
Pola Konsumsi Air
Salah satu aspek krusial yang ditekankan adalah perubahan pola konsumsi air. Dalam kondisi panas ekstrem, rasa haus tidak selalu muncul sebanding dengan kebutuhan cairan tubuh, sehingga risiko dehidrasi meningkat tajam.
Teguh menegaskan jemaah perlu membiasakan diri minum air secara rutin meskipun tidak merasa haus, mempersiapkan fisik melalui manasik dan edukasi kesehatan, serta segera beradaptasi dengan perbedaan suhu sejak tiba di Jeddah agar tidak mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah.
"Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko kesehatan, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah secara optimal di tengah tantangan cuaca panas Arab Saudi 2026," katanya.
492 Jemaah
Dalam operasionalnya, sebanyak 492 jemaah akan diberangkatkan dari berbagai daerah di Indonesia. Rinciannya, 133 orang dari Jakarta, 129 dari Yogyakarta, 99 dari Solo, dan 76 dari Semarang. Rentang usia jemaah cukup beragam, mulai dari 13 tahun hingga 81 tahun.
Selama perjalanan, jemaah akan didampingi 24 petugas dari Indonesia, termasuk enam tenaga medis. Setibanya di Arab Saudi, rombongan juga akan didukung sekitar 30 tenaga lokal dari kalangan mahasiswa Indonesia untuk membantu kelancaran operasional.
Di sisi lain, penyelenggara mencatat adanya fenomena penundaan keberangkatan. Sekitar 20% hingga 25% jemaah tahun ini menunda keberangkatan akibat belum siap melunasi biaya haji. Untuk mengatasi hal ini, mulai mendorong edukasi investasi bagi calon jemaah baru.
Pendekatan tersebut diarahkan agar calon jemaah dapat mempersiapkan biaya pelunasan melalui instrumen aman seperti tabungan maupun cicilan emas yang bekerja sama dengan perbankan.
"Ini satu terobosan baru kepada para calon jemaah yang mendaftar itu kita dampingi. Bukan hanya untuk dapat porsinya, tapi juga untuk bisa melakukan persiapan pelunasan dengan menabung atau investasi lain," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Manasik Haji Sahid Tour, Miranti Nurrisa Ahsana, memastikan jemaah yang telah melunasi biaya perjalanan tidak akan dikenai tambahan biaya, meskipun terdapat potensi kenaikan operasional penerbangan karena harga avtur naik.
Ia juga menjelaskan bahwa biaya haji khusus relatif stabil sejak 2022. Paket A ditetapkan sebesar USD 16.900, sedangkan Paket B sebesar USD 13.300. Kenaikan pada Paket B dari sebelumnya USD 12.300 disebut hanya karena penyesuaian fasilitas hotel, bukan akibat tekanan ekonomi global, sehingga jemaah tetap mendapatkan layanan optimal sesuai paket yang dipilih dalam menghadapi cuaca panas Arab Saudi 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































