
Sabar Karyaman Gutama-Mohammad Reza Pahlevi Isfahani/ PBSI
Harianjogja.com, JOGJA—Kans Indonesia menambah gelar di Australia Open 2026 sirna pada partai final ganda putra setelah Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani harus mengakui keunggulan pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi.
Kekalahan itu terjadi dalam laga penentuan yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Minggu (14/6/2026), sekaligus membuat Indonesia menutup turnamen dengan satu gelar juara dari tiga wakil yang tampil di final.
Pertandingan berlangsung ketat, terutama pada gim kedua ketika Sabar/Reza sempat membuka peluang membalikkan keadaan. Namun, sebuah reli panjang yang menyita perhatian penonton menjadi titik balik kemenangan pasangan China tersebut.
Sabar/Reza memasuki partai final sebagai harapan terakhir Indonesia untuk menambah gelar setelah sebelumnya menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen. Namun sejak awal pertandingan, Chen/Liu tampil lebih agresif dan mampu mengendalikan tempo permainan.
Pada gim pertama, pasangan China langsung menekan melalui serangan cepat dan penempatan bola yang sulit diantisipasi. Sabar/Reza beberapa kali tertinggal dalam perolehan angka hingga lawan mencapai game point 20-14.
Pasangan Indonesia hanya mampu menambah satu poin sebelum akhirnya menyerah 15-21 pada gim pembuka.
Situasi serupa kembali terjadi pada awal gim kedua. Chen/Liu langsung mengumpulkan poin demi poin hingga unggul jauh 8-2. Tekanan tersebut sempat membuat permainan Sabar/Reza tidak berkembang.
Namun, wakil Indonesia memperlihatkan daya juang tinggi. Empat poin beruntun berhasil diraih hingga kedudukan berubah menjadi imbang 9-9. Momentum positif berlanjut saat mereka menyamakan skor 10-10 dan menutup interval dengan keunggulan tipis 11-10.
Selepas interval, pertandingan berlangsung semakin sengit. Sabar/Reza sempat unggul 14-12 sebelum Chen/Liu kembali menyamakan kedudukan menjadi 14-14.
Momen paling menegangkan terjadi ketika pasangan China merebut poin ke-15. Saat itu kedua pasangan terlibat reli panjang hingga 53 pukulan yang membuat suasana arena semakin panas.
Setelah reli tersebut, pertandingan berjalan dalam tensi tinggi. Sabar/Reza sempat memimpin 16-14 dan kembali unggul 18-17. Akan tetapi, sejumlah kesalahan sendiri membuat Chen/Liu berbalik unggul 19-18.
Sabar/Reza masih mampu menyamakan skor menjadi 19-19. Namun pada poin krusial berikutnya, pengembalian bola mereka membentur net sehingga pasangan China memperoleh championship point. Satu pukulan yang keluar lapangan kemudian memastikan kemenangan Chen/Liu dengan skor 21-19.
Hasil tersebut sekaligus menjadi pembalasan bagi Chen/Liu setelah sebelumnya kalah dari Sabar/Reza pada Indonesia Open 2026 yang digelar pekan lalu.
Sebelum mencapai final, Sabar/Reza juga harus melewati perjuangan berat pada babak semifinal. Mereka menundukkan pasangan Taiwan, Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng, melalui pertandingan selama 68 menit dengan skor 21-18, 19-21, 23-21.
"Pastinya senang banget bisa masuk final pertama di tahun ini setelah hasil-hasil yang kurang baik," kata Reza seusai semifinal, dikutip dari PBSI.
Tidak hanya sektor ganda putra, Indonesia juga harus puas melihat ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari finis sebagai runner-up.
Pasangan yang akrab disapa Ana/Trias itu kalah dari unggulan pertama asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian. Pada gim pertama mereka sebenarnya sempat mengendalikan permainan bahkan memimpin 16-11.
Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga akhirnya menyerah 22-24.
"Di gim pertama tadi memang dari awal kami sebenarnya sudah pegang permainan. Tapi pada saat poin-poin kritis itu butuh ketenangan yang lebih lagi dan lebih sabar lagi,” ujar Febriana, dikutip dari RRI.co.id.
Di tengah kegagalan dua sektor ganda, Indonesia tetap membawa pulang kabar menggembirakan dari nomor tunggal putra.
Alwi Farhan tampil gemilang dan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan wakil China, Dong Tian Yao, dengan skor identik 21-13, 21-13.
Gelar tersebut menjadi trofi kedua Alwi pada turnamen level Super 500 sepanjang 2026 setelah sebelumnya menjuarai Indonesia Masters.
"Rasanya sangat-sangat amat senang dan bahagia karena beberapa bulan kemarin saya memang sangat amat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas," kata Alwi.
"Tapi alhamdulillah saya terima kasih buat semua yang sudah mengkritik, sudah mendukung dan tetap mendukung dan mendoakan," ujarnya.
Secara keseluruhan, China keluar sebagai juara umum Australia Open 2026 dengan tiga gelar dari sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran melalui Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Indonesia serta Jepang masing-masing mengoleksi satu gelar. Jepang meraih gelar tunggal putri lewat Akane Yamaguchi setelah mengalahkan Pornpawee Chochuwong asal Thailand dengan skor 22-20, 21-18. Bagi pencinta bulu tangkis Indonesia, keberhasilan menempatkan tiga wakil di partai final menunjukkan daya saing yang tetap terjaga di level elite dunia meski persaingan dengan dominasi China masih menjadi tantangan besar pada musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































