
Pelatih kepala Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique (tengah) mengangkat trofi juara Liga Champions UEFA 2024-2025 di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Sabtu (31/5/2025) waktu setempat. ANTARA FOTO/ Xinhua/Peng Ziyang/tom.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menegaskan laga final Liga Champions 2025/2026 melawan Arsenal akan berlangsung sengit dan penuh tekanan. Duel dua raksasa Eropa ini dijadwalkan digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Enrique menilai pertandingan final selalu menghadirkan tantangan berbeda dibanding laga lainnya. Ia mengingatkan bahwa hasil besar yang diraih PSG pada final musim lalu tidak bisa dijadikan acuan dalam menghadapi Arsenal.
Seperti diketahui, PSG sukses meraih gelar Liga Champions 2024/2025 setelah membantai Inter Milan dengan skor telak 5-0. Namun, menurut Enrique, setiap final memiliki dinamika tersendiri.
“Di final seperti ini tidak ada tim yang benar-benar diunggulkan. Semua ditentukan oleh detail kecil dan fokus selama 90 menit,” ujar Enrique.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyoroti tingginya tekanan dan atmosfer pertandingan final. Ia meminta para pemain PSG mampu mengendalikan emosi dan tetap tenang agar bisa tampil maksimal.
“Ketegangan dan ekspektasi selalu besar di laga final. Cara kami mengelola momen-momen penting akan sangat menentukan hasil pertandingan,” katanya.
Sebagai juara bertahan, PSG datang dengan motivasi berlipat untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions. Enrique bahkan menyebut semangat timnya saat ini lebih besar dibandingkan saat mereka meraih gelar pertama.
“Motivasi kami sekarang bahkan lebih tinggi. Kami ingin membuktikan bahwa kami pantas mempertahankan gelar,” tegasnya.
Meski percaya diri, Enrique tetap mengakui kekuatan Arsenal yang tampil impresif sepanjang musim ini. Ia menyebut timnya telah melakukan analisis mendalam untuk mengantisipasi permainan The Gunners.
Menurutnya, PSG masih terus melakukan penyempurnaan, baik dalam aspek menyerang maupun bertahan, guna menghadapi laga krusial tersebut.
“Kami terus meningkatkan kualitas permainan. Final Liga Champions selalu berbeda, jadi kami harus siap dalam segala situasi,” jelas Enrique.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan tampil di final Liga Champions tidak datang setiap saat. Karena itu, PSG diminta memaksimalkan peluang yang ada untuk kembali mencatatkan sejarah.
“Pertandingan seperti ini sangat berharga. Kami tidak pernah tahu kapan bisa kembali ke final, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Laga PSG kontra Arsenal diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama memiliki kualitas dan ambisi besar. PSG mengandalkan status juara bertahan, sementara Arsenal datang dengan performa konsisten sepanjang musim.
Pertarungan ini diyakini akan menjadi salah satu final Liga Champions paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































