
Pemain Paris Saint-Germain (PSG) merayakan kemenangan di upacara pemberian penghargaan setelah mengalahkan Paris FC di final Champions Ligue 1 2026 di Paris, Prancis, Minggu (17/5/2026). ANTARA/Xinhua/Henri Szwarc/aa.
Harianjogja.com, JAKARTA— Paris Saint-Germain (PSG) semakin menegaskan statusnya sebagai kekuatan baru sepak bola Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions 2026. Kemenangan dramatis atas Arsenal melalui adu penalti 4-3, usai imbang 1-1 selama 120 menit di Puskas Arena, Budapest, menjadi penanda tonggak sejarah baru bagi klub asal Prancis tersebut.
Keberhasilan ini melengkapi pencapaian impresif PSG setelah pada musim sebelumnya tampil dominan dengan menghancurkan Inter Milan 5-0 di partai final. Dua gelar beruntun ini membuat Les Parisiens resmi masuk dalam daftar eksklusif klub yang mampu menjuarai Liga Champions secara berturut-turut di era modern kompetisi, sejak format berubah pada musim 1992/1993.
Sepanjang sejarah Liga Champions modern, hanya Real Madrid yang sebelumnya mampu mencatatkan prestasi serupa, bahkan dengan torehan tiga gelar beruntun pada periode 2016 hingga 2018. Kini, PSG mengikuti jejak raksasa Spanyol tersebut, sekaligus menjadi klub ke-10 dalam sejarah panjang Piala Eropa yang mampu mempertahankan gelar.
Kunci sukses PSG tidak lepas dari stabilitas skuad yang terjaga. Menariknya, sebagian besar pemain inti yang tampil saat final melawan Arsenal juga merupakan pilar utama ketika mereka mengalahkan Inter Milan musim lalu. Perubahan hanya terjadi di posisi penjaga gawang, di mana Matvey Safonov menggantikan Gianluigi Donnarumma yang hengkang ke Manchester City.
Di bawah komando pelatih Luis Enrique, PSG menunjukkan konsistensi luar biasa. Dalam dua musim terakhir, mereka sukses mengamankan delapan dari total 10 trofi yang diperebutkan di berbagai ajang. Dominasi ini terlihat jelas, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Meski demikian, PSG masih memiliki ambisi lebih besar. Jika mampu mempertahankan performa musim depan, peluang untuk mencetak hattrick gelar Liga Champions terbuka lebar. Prestasi tersebut akan membawa mereka masuk dalam jajaran klub elite seperti Real Madrid, Ajax, dan Bayern Muenchen yang pernah meraih tiga gelar beruntun.
Namun, rekor legendaris Real Madrid dengan lima gelar beruntun pada era awal Piala Eropa masih menjadi tantangan besar yang belum terjangkau.
Dengan capaian dua gelar Liga Champions beruntun pada 2025 dan 2026, PSG kini tidak hanya sekadar juara, tetapi juga simbol era baru dominasi sepak bola Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































