
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya mengurangi penumpukan sampah di Kabupaten Bantul memasuki tahap baru. Proyek peningkatan fasilitas di TPST Modalan senilai hampir Rp20 miliar kini mendekati tahap pelaksanaan setelah proses pengadaan barang dan jasa hampir selesai.
Jika seluruh pekerjaan rampung, kapasitas pengolahan sampah di fasilitas tersebut ditargetkan meningkat dari sekitar 49 ton menjadi 60 ton per hari. Kenaikan kapasitas ini diharapkan membantu mempercepat penanganan sampah harian yang terus bertambah di Kabupaten Bantul.
Saat ini, proses pengadaan ditangani oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Daerah Istimewa Yogyakarta. Sembari menunggu pekerjaan fisik dimulai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul melakukan penataan area dan pembersihan lokasi agar pelaksanaan proyek berjalan lancar.
"Kalau sekarang sudah proses lelang, sudah mendekati akhir," kata Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, saat ditemui di Bantul, Minggu (12/7/2026).
Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan akses alat berat dan kendaraan proyek tidak mengalami hambatan ketika pekerjaan konstruksi dan pemasangan peralatan dimulai.
Menurut Bambang, TPST Modalan menjadi prioritas karena memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan pengolahan sampah sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul.
Hingga saat ini, pemerintah daerah belum merencanakan peningkatan fasilitas serupa di TPST lain. Seluruh fokus masih diarahkan pada penyempurnaan sarana dan peralatan di TPST Modalan agar dapat beroperasi lebih optimal.
"Untuk optimalisasi alat di TPST lain, belum ada rencana, sementara kita fokus dulu di TPST Modalan," ujarnya.
Dalam proyek tersebut, sebanyak 14 unit peralatan akan dimodifikasi dan tujuh mesin baru akan ditambahkan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan sekaligus mengurangi hambatan teknis yang selama ini menyebabkan kapasitas fasilitas belum mencapai tingkat maksimal.
Kepala UPTD Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan DLH Bantul, Arief Nurul Umam, menjelaskan sejumlah peralatan yang digunakan saat ini masih menghadapi kendala operasional sehingga produktivitas pengolahan sampah belum optimal.
Salah satu persoalan utama berada pada mesin pretreatment yang berfungsi sebagai tahap awal pemrosesan sampah. Selain itu, insinerator yang digunakan untuk pembakaran sampah juga mengalami kendala pada sistem pembuangan abu hasil pembakaran.
"Mesin pretreatment yang belum optimal dan mesin insinerator yang bermasalah pada bagian pembuangan abu sehingga tidak bisa mencapai kapasitas optimal," jelas Arief.
Kendala lain berasal dari karakteristik sampah organik yang memiliki kadar air cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat proses pembakaran berlangsung lebih lama sehingga berdampak pada kemampuan fasilitas dalam mengolah sampah setiap hari.
Karena itu, penambahan dan modifikasi mesin diharapkan dapat mempercepat alur pengolahan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga kestabilan kapasitas produksi dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Kepala BPBPK Daerah Istimewa Yogyakarta, Putri Intan Suri, menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak hanya menambah jumlah peralatan, tetapi juga meningkatkan performa mesin yang telah tersedia agar mampu bekerja dengan kapasitas lebih besar.
Salah satu alat baru yang akan dipasang adalah mesin rotary. Peralatan tersebut berfungsi membantu mempercepat proses pengeringan sampah organik sebelum masuk ke tahapan pengolahan berikutnya.
"Di sini kita juga nambahkan alat namanya rotary untuk membantu mempercepat pengeringan sampah organik," ujarnya.
Dengan tambahan peralatan dan peningkatan performa mesin, TPST Modalan di Bantul diharapkan mampu mengurangi hambatan pengolahan sampah yang selama ini muncul akibat keterbatasan kapasitas serta tingginya kadar air pada sampah organik. Peningkatan kemampuan fasilitas ini menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga layanan pengelolaan sampah tetap berjalan di tengah terus meningkatnya produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































