Pemkot Jogja Perkuat Komitmen Transportasi Ramah Lingkungan

9 hours ago 6

Pemkot Jogja Perkuat Komitmen Transportasi Ramah Lingkungan

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan (pertama dari kiri) membuka Workshop Jogja Bersinar bertajuk “Kendaraan Bebas Emisi” di Ruang Utama Bima Balaikota Jogja pada Jumat (5/6/2026)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani

JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi melalui pengembangan penggunaan kendaraan listrik dan pengurangan pencemaran udara di Kota Jogja.

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawa, menuturkan penggunaan kendaraan listrik akan semakin diperluas di Jogja sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung kawasan rendah emisi, khususnya di kawasan Sumbu Filosofi.

“Ke depan, Jogja akan semakin banyak menggunakan kendaraan listrik. Berbagai kegiatan berbasis listrik juga akan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pengurangan emisi dan meningkatkan kualitas lingkungan,” ujarnya dalam Workshop Jogja Bersinar bertajuk “Kendaraan Bebas Emisi” di Ruang Utama Bima, Balaikota Jogja, Jumat (5/6/2026).

Wawan menuturkan pihaknya terus memperkuat peran melalui perencanaan dan kebijakan yang terintegrasi dengan isu pengurangan emisi. Langkah tersebut mencakup pengembangan transportasi rendah emisi, penguatan transportasi publik, pembangunan jalur sepeda, hingga pembatasan kendaraan bermotor di area tertentu.

Wawan menilai sektor transportasi masih menjadi salah satu kontributor utama pencemaran udara di kawasan perkotaan. Karena itu, menurutnya, kendaraan listrik mampu memberikan dampak langsung terhadap perbaikan kualitas udara karena tidak menghasilkan emisi gas buang dan memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

“Pemanfaatan kendaraan listrik tidak hanya mengurangi polusi udara, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan sehat,” katanya.

Karena itu, menurutnya, pengembangan kendaraan listrik di Jogja diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus mendorong gerakan serupa di daerah lain.

Meski begitu, Wawan mengakui pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran dalam melakukan percepatan pengadaan kendaraan listrik. Untuk itu, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dinilai sangat penting dalam mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, PLN, sektor industri, BUMN, serta komunitas diharapkan mampu memperkuat penggunaan kendaraan listrik di sektor pariwisata maupun berbagai sektor lainnya.

Wawan menegaskan program pariwisata rendah emisi tidak bertujuan membatasi aktivitas masyarakat, melainkan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Melalui workshop tersebut, ia berharap lahir komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik dan mewujudkan Jogja sebagai kota wisata berkelanjutan yang rendah emisi serta menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (Adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |