Jumali Senin, 01 Juni 2026 11:37 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan teknologi HMD Global sebagai pemegang lisensi resmi merek Nokia, meluncurkan smartphone G42 5G yang menyasar segmen menengah bawah dengan pendekatan berbeda dari kompetitornya.
Perangkat yang diperkenalkan secara global pada 11 Mei 2026 ini tidak hanya menawarkan spesifikasi standar, tetapi juga menonjolkan konsep keberlanjutan dan kemudahan perbaikan mandiri bagi pengguna.
Konsep QuickFix ubah cara servis ponsel
Salah satu fitur utama yang menjadi pembeda adalah konsep QuickFix, yang memungkinkan pengguna melakukan perbaikan perangkat secara mandiri tanpa harus selalu ke pusat servis resmi.
Melalui kerja sama dengan iFixit, pengguna dapat membeli suku cadang asli seperti baterai, layar, hingga port pengisian daya secara langsung melalui toko daring resmi.
Setiap komponen juga dilengkapi panduan perbaikan langkah demi langkah yang dirancang agar dapat diikuti oleh pengguna pemula.
Pihak pengembang juga menjamin ketersediaan suku cadang hingga lima tahun, sehingga perangkat ini diklaim lebih ramah biaya perawatan dalam jangka panjang.
Spesifikasi kelas menengah dengan layar 90Hz
Dari sisi performa, perangkat ini ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 480+ yang sudah mendukung konektivitas 5G dengan efisiensi daya yang lebih baik.
Layar yang digunakan berjenis IPS LCD berukuran 6,56 inci dengan refresh rate 90Hz yang membuat tampilan animasi lebih mulus saat digunakan.
Untuk perlindungan layar, perangkat ini menggunakan kaca pelindung Gorilla Glass 3 yang dirancang untuk menahan goresan ringan dalam penggunaan sehari-hari.
Kamera 50MP dan memori virtual
Di sektor fotografi, smartphone ini dibekali kamera utama 50MP yang didukung sensor tambahan untuk mode depth dan makro.
Sementara di bagian depan, terdapat kamera 8MP untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.
Perangkat ini hadir dengan RAM 6GB yang dapat diperluas melalui fitur virtual RAM hingga tambahan 5GB untuk mendukung multitasking.
Baterai tahan lama hingga tiga hari
Sektor daya menjadi salah satu keunggulan utama dengan baterai berkapasitas besar yang diklaim mampu bertahan hingga tiga hari dalam penggunaan normal.
Namun, kecepatan pengisian daya masih berada di kategori standar untuk kelasnya, sehingga tidak menjadi fokus utama pada perangkat ini.
Dari sisi keamanan, perangkat ini telah mengantongi sertifikasi ketahanan terhadap debu dan percikan air ringan, serta dilengkapi pemindai sidik jari yang terintegrasi dengan tombol daya.
Harga dan posisi pasar
Di pasar global, smartphone ini diperkirakan dibanderol mulai kisaran tertentu yang jika dikonversi ke rupiah berada di sekitar Rp4 jutaan.
Harga tersebut dapat berubah tergantung pajak dan distribusi di masing-masing negara, termasuk pasar Indonesia yang menjadi salah satu target utama.
Dengan kombinasi fitur perbaikan mandiri, baterai tahan lama, serta harga kompetitif, perangkat ini diposisikan sebagai pesaing serius di segmen smartphone entry-level hingga menengah bawah di pasar global maupun Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































