Nilai Pasar Laskar Mataram Rp84,3 Miliar, Van Gastel Tunggu Pembuktian

3 hours ago 5

Nilai Pasar Laskar Mataram Rp84,3 Miliar, Van Gastel Tunggu Pembuktian

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja menyambut musim Super League 2026/2027 dengan komposisi skuad yang lebih mewah dibandingkan musim sebelumnya. Kehadiran sejumlah pemain baru, termasuk pemain asing berpengalaman, membuat nilai pasar Laskar Mataram menembus Rp84,3 miliar dan masuk enam besar klub dengan skuad termahal di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Meski demikian, Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel memilih tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa tim asuhannya kini lebih kuat dibandingkan musim lalu. Menurutnya, kualitas sebuah skuad baru bisa diukur setelah kompetisi berjalan dan para pemain mampu membuktikan performanya di lapangan.

Berdasarkan data Transfermarkt, PSIM menempati peringkat keenam dalam daftar nilai pasar tertinggi dari 18 peserta Super League 2026/2027. Total nilai pasar skuad Laskar Mataram mencapai Rp84,3 miliar.

Angka tersebut masih berada di bawah Persib Bandung yang menjadi klub dengan nilai pasar tertinggi, yakni Rp165,9 miliar.

Marvin Loria Jadi Pemain Termahal

Dari deretan pemain yang dimiliki PSIM musim ini, winger asal Kosta Rika, Marvin Loria, menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi.

Pemain anyar tersebut memiliki nilai pasar mencapai Rp8,69 miliar dan diharapkan menjadi salah satu motor serangan utama Laskar Mataram sepanjang musim.

Secara keseluruhan, PSIM kini diperkuat 27 pemain, termasuk 11 pemain asing yang menjadi bagian penting dalam strategi tim menghadapi kompetisi musim ini.

Kehadiran sejumlah pemain baru memang meningkatkan ekspektasi suporter terhadap performa PSIM. Namun, Van Gastel menilai keberhasilan rekrutmen baru hanya bisa diukur setelah kompetisi berlangsung.

“Sulit untuk mengatakan sekarang. Kami mendatangkan pemain-pemain baru yang kami harapkan membawa kualitas tambahan, tetapi mari kita lihat nanti apakah keputusan merekrut mereka sudah tepat atau belum,” kata Van Gastel, Rabu (19/8/2026).

Kompetisi Dinilai Semakin Berat

Pelatih asal Belanda itu menegaskan tidak ingin terjebak dalam optimisme berlebihan sebelum musim dimulai.

Menurut dia, Super League 2026/2027 akan menghadirkan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan musim lalu karena adanya agenda tambahan berupa Piala Liga serta jeda kompetisi yang cukup panjang.

Van Gastel menilai persaingan antarklub juga semakin ketat karena banyak tim melakukan perombakan skuad dan mendatangkan pemain berkualitas.

“Dalam sepak bola tidak ada jaminan. Kami harus realistis karena kompetisi musim ini akan lebih ketat, ada tantangan Piala Liga, dan jeda kompetisi yang panjang,” ujarnya.

Karena itu, fokus utama tim saat ini adalah memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik saat kompetisi resmi dimulai.

PSIM Masih Pertimbangkan Tambah Pemain

Meski saat ini sudah memiliki 27 pemain, Van Gastel mengungkapkan kemungkinan menambah amunisi baru masih terbuka.

Pertimbangan tersebut muncul karena jadwal pertandingan yang lebih padat berpotensi meningkatkan risiko cedera pemain sepanjang musim.

Menurutnya, kehadiran Piala Liga dapat membuat klub-klub peserta menghadapi beban pertandingan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Kondisi itu membuat manajemen dan tim pelatih harus menghitung ulang kebutuhan kedalaman skuad agar tetap kompetitif hingga akhir musim.

“Karena adanya Piala Liga, kami harus siap karena kemungkinan banyak pemain cedera di semua tim akibat jadwal padat yang tidak biasa dialami tim-tim Indonesia. Kami sedang mempertimbangkan apakah perlu mendatangkan pemain tambahan atau tidak,” katanya.

Kedalaman Skuad Jadi Pertimbangan

Van Gastel menjelaskan dalam kondisi normal ia biasanya merasa cukup dengan komposisi 22 pemain lapangan ditambah empat penjaga gawang.

Namun, format kompetisi musim ini membuat kebutuhan pemain menjadi berbeda karena intensitas pertandingan diperkirakan meningkat.

Ia menilai keputusan menambah pemain harus dihitung secara matang agar sesuai dengan kebutuhan tim.

“Awalnya ada tiga pertandingan. Kalau tidak lolos, berarti kami menambah pemain hanya untuk tiga pertandingan saja, jadi hal ini masih kami pertimbangkan,” ujar Van Gastel.

Musim 2026/2027 menjadi tahun kedua pelatih asal Belanda tersebut menukangi PSIM. Setelah membawa Laskar Mataram finis di posisi ke-11 klasemen Super League musim lalu, Van Gastel kini dihadapkan pada target untuk membawa tim tampil lebih kompetitif di tengah persaingan yang semakin sengit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |