Kopi Merapi Naik Kelas, Enam Kelompok Tani Dapat Motor Kopi Keliling

4 hours ago 3

Kopi Merapi Naik Kelas, Enam Kelompok Tani Dapat Motor Kopi Keliling

Biji Kopi - Ilustrasi Freepik


Harianjogja.com, SLEMAN— Upaya meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar kopi lereng Merapi terus dilakukan. Sebanyak enam kelompok tani kopi di Kapanewon Pakem dan Cangkringan mendapatkan fasilitas pemasaran berupa kendaraan kopi keliling dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Program yang diberi nama Darling Kopi Merapi itu diharapkan mampu mendekatkan produk kopi petani kepada konsumen sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis komoditas unggulan kawasan lereng Merapi.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Pemerintah DIY melalui program yang didukung Dana Keistimewaan.

“Belum, yang ini dari provinsi. Untuk peluncuran Darling Kopi Merapi rencananya bulan September. Acara kemarin dari Danais,” kata Eko, Rabu (19/8/2026).

Dilengkapi Peralatan Seduh Kopi

Fasilitas yang diberikan kepada kelompok tani tidak hanya berupa kendaraan roda dua untuk operasional kopi keliling.

Penerima bantuan juga memperoleh berbagai perlengkapan pendukung untuk mengolah dan menyajikan kopi secara langsung kepada konsumen.

Peralatan tersebut meliputi moka pot, kompor portabel, regulator gas, penggiling kopi manual, timbangan, pompa sirup, dripper filter, hingga alat pembuat espresso manual.

Dengan dukungan tersebut, kelompok tani diharapkan mampu menjual produk kopi dalam bentuk minuman siap saji sehingga memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan hanya menjual biji kopi mentah.

Menurut Eko, program ini menjadi bagian dari strategi pengembangan rantai nilai kopi Merapi yang melibatkan petani hingga pemasaran langsung kepada konsumen.

Perluas Akses Pemasaran Kopi Merapi

Keberadaan kendaraan kopi keliling dinilai dapat menjadi sarana promosi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk kopi lokal.

Melalui konsep tersebut, kopi hasil produksi petani lereng Merapi dapat hadir lebih dekat di berbagai kegiatan masyarakat, destinasi wisata, maupun ruang publik lainnya.

Selain meningkatkan penjualan, program ini juga diharapkan memperkuat identitas kopi Merapi sebagai salah satu produk unggulan sektor pertanian di Sleman.

Eko menjelaskan bahwa pengembangan pemasaran menjadi aspek penting agar petani tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mampu memperoleh keuntungan lebih besar dari hilirisasi produk.

“Fasilitasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk kopi yang dihasilkan petani di kawasan Merapi,” ujarnya.
Jadi Instrumen Pemberdayaan Ekonomi

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Anita Windrayati Syarifudin, mengatakan Darling Kopi Merapi dirancang sebagai model pemasaran kopi berbasis kelompok tani.

Menurut dia, konsep tersebut berpotensi direplikasi di daerah lain yang memiliki komoditas kopi unggulan.

Anita berharap kelompok tani penerima bantuan dapat mengelola usaha secara mandiri setelah memperoleh dukungan fasilitas awal dari pemerintah.

Selain mampu menutup kebutuhan operasional, kelompok tani juga diharapkan dapat mengembangkan usaha dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Program tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan Satuan Ruang Strategis (SRS) Lereng Merapi yang selama ini menjadi salah satu fokus pembangunan berbasis keistimewaan DIY.

Dana Keistimewaan Didorong Berdampak Nyata

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, menegaskan pemanfaatan Dana Keistimewaan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, program pengembangan kopi Merapi melalui fasilitas kopi keliling tidak hanya mendukung sektor pertanian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan adanya fasilitas tersebut, petani kopi di Pakem dan Cangkringan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan melalui pengolahan dan pemasaran produk secara langsung kepada konsumen.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat daya saing kopi Merapi di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal berkualitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |