Korban KA Bekasi Timur Didampingi Kemensos, Ini Bentuk Bantuan

3 hours ago 3

Korban KA Bekasi Timur Didampingi Kemensos, Ini Bentuk Bantuan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan pendampingan bagi keluarga korban kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan psikis dan pemetaan kebutuhan ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim untuk segera melakukan dukungan psikososial. Langkah ini diambil guna meringankan beban trauma mendalam yang dialami para keluarga korban seusai insiden tragis yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut.

"Pendampingan difokuskan pada dukungan psikososial serta asesmen menyeluruh untuk memetakan kebutuhan setiap keluarga korban," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Bantuan Pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi

Selain dukungan mental, Kemensos juga tengah melakukan asesmen mendalam untuk menentukan jenis bantuan lanjutan yang diperlukan. Jika hasil pendataan di lapangan menunjukkan adanya keluarga korban yang kehilangan tulang punggung keluarga atau berada dalam kondisi ekonomi sulit, pemerintah akan menyiapkan program pemberdayaan.

Dukungan tambahan ini bersifat melengkapi santunan ahli waris yang secara reguler ditangani melalui mekanisme asuransi. Fokus Kemensos adalah memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki kemandirian ekonomi melalui berbagai program bantuan sosial yang tepat sasaran.

Data Korban dan Proses Identifikasi

Tragedi yang terjadi pukul 20.55 WIB tersebut memberikan dampak kerusakan parah pada rangkaian KRL, khususnya pada bagian gerbong khusus wanita. Berdasarkan data terbaru dari Polda Metro Jaya, jumlah korban meninggal dunia kini tercatat sebanyak 15 orang, sementara 88 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Saat ini, proses identifikasi para korban masih berlangsung secara ketat melalui posko Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pihak kepolisian mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota kerabatnya untuk segera melapor guna percepatan proses pencocokan data medis.

Di tengah proses penanganan korban dan pemulihan pascakecelakaan, kehadiran pendampingan dari pemerintah menjadi krusial. Tidak hanya untuk membantu secara materi, tetapi juga memastikan kondisi psikologis keluarga korban tetap terjaga dalam menghadapi situasi sulit ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |