Jumali Minggu, 12 Juli 2026 16:07 WIB

Aksi Jayden Adams di Piala Dunia 2026/Instagram: @jaydenadams_23
Harianjogja.com, JOGJA—Dunia sepak bola internasional dikejutkan oleh kabar duka yang datang dari Afrika Selatan pada Sabtu (11/7/2026) malam WIB. Jayden Adams, gelandang Timnas Afrika Selatan yang turut membela negaranya di Piala Dunia 2026, dinyatakan meninggal dunia pada usia yang masih sangat muda, 25 tahun. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih enggan memberitahukan penyebab pasti kematian pemain yang dikenal memiliki talenta cemerlang di lini tengah tersebut.
Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie, menjadi salah satu tokoh pertama yang menyampaikan duka secara publik. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya atas kepergian mendadak Adams. "Dengan rasa sangat terkejut dan hati yang sangat berduka, saya menerima kabar meninggalnya Jayden Adams, gelandang Mamelodi Sundowns dan Tim Nasional Afrika Selatan pada usia 25 tahun," kata Gayton McKenzie, dikutip dari The Guardian, Sabtu (11/7/2026). Pernyataan ini menggambarkan betapa besarnya kehilangan yang dirasakan oleh seluruh pecinta sepak bola di Afrika Selatan.
McKenzie juga menekankan bahwa sepak bola Afrika Selatan telah kehilangan salah satu talenta muda paling cemerlang. "Seluruh bangsa turut berduka bersama keluarga, rekan setimnya, serta jutaan pendukung yang menyaksikan perjalanannya berkembang dari seorang pemain muda berbakat di akademi hingga menjadi pemain andalan Timnas Afrika Selatan," lanjutnya. Kata-kata ini menjadi pengingat bahwa Adams bukan sekadar pemain, melainkan simbol harapan dan kebangkitan sepak bola Afrika Selatan di kancah internasional.
Jayden Adams lahir di Cape Town, Afrika Selatan, pada 5 Mei 2001. Perjalanan kariernya dimulai dari akademi hingga akhirnya menembus tim senior Stellenbosch FC pada 2020. Selama lima musim membela klub tersebut (2020-2025), Adams mencatatkan statistik yang cukup impresif. Ia mengemas sembilan gol dan 10 assist dari 139 pertandingan di semua kompetisi. Penampilan konsistennya di liga domestik menarik perhatian raksasa Afrika Selatan, Mamelodi Sundowns, yang akhirnya memboyongnya pada Januari 2025.
Bersama Mamelodi Sundowns, karier Adams justru melejit. Ia mengemas enam gol dan tiga assist dari 67 pertandingan di semua kompetisi. Puncaknya, Adams menjadi bagian penting dari kesuksesan Mamelodi Sundowns meraih gelar juara Liga Champions Afrika pada musim 2025-2026. Di final, Sundowns menang agregat 2-1 atas klub Maroko, AS FAR, dan Adams turut berkontribusi dalam perjalanan tim menuju puncak Afrika. Gelar ini menjadi bukti bahwa ia adalah salah satu gelandang terbaik di benua Afrika pada zamannya.
Di level internasional, Jayden Adams telah membela Timnas Afrika Selatan sebanyak sembilan kali dan mencetak satu gol. Piala Dunia 2026 menjadi panggung terbesar yang ia jalani bersama Bafana-Bafana. Ia mencatatkan tiga penampilan selama turnamen. Pada laga pembuka melawan Meksiko, Adams bermain selama 61 menit sebelum akhirnya Afrika Selatan kalah 0-2. Lalu, ia tampil 45 menit saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko. Di laga pamungkas Grup A, ia merumput selama 10 menit dan menyaksikan Afrika Selatan meraih kemenangan 1-0 atas Korea Selatan. Sayangnya, ia tidak diturunkan saat Afrika Selatan harus kalah 0-2 dari Kanada di babak 32 besar.
Kepergian Jayden Adams di usia 25 tahun menyisakan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga bagi seluruh pencinta sepak bola Afrika Selatan. Ia adalah bukti bahwa kerja keras dan dedikasi dapat membawa seorang pemain muda dari akademi ke panggung dunia. Kini, kepergiannya mengingatkan publik akan betapa rapuhnya kehidupan di balik gemerlap prestasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































