Jangkau 2.700 Pelajar, PNM Mengajar Dorong Siswa Bermental Wirausaha

7 hours ago 4

Jangkau 2.700 Pelajar, PNM Mengajar Dorong Siswa Bermental Wirausaha

PNM Mengajar dorong ribuan siswa SMK di Klaten menjadi wirausaha muda lewat edukasi kewirausahaan dan literasi digital. /Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA—Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkuat semangat kewirausahaan di kalangan pelajar SMK melalui program PNM Mengajar. Program edukasi tersebut menyasar ribuan siswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri di era digital.

Melalui tema “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PNM menghadirkan para profesional dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman langsung kepada siswa. Program ini tidak hanya membahas keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan pola pikir adaptif, kepemimpinan, hingga kesadaran terhadap isu kesehatan mental dan lingkungan berkelanjutan.

Pendidikan vokasi di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama ini memang dirancang untuk mendekatkan siswa pada kebutuhan dunia industri. Karakter pembelajaran yang lebih praktis menuntut para siswa mampu beradaptasi cepat dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini dinilai semakin kompleks. Dunia usaha tidak lagi hanya mencari lulusan dengan kemampuan teknis atau hard skills, melainkan juga individu yang memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, fleksibilitas, serta kemauan untuk terus belajar.

Kondisi tersebut diperberat dengan masih adanya kesenjangan akses informasi di sejumlah daerah. Sebagian siswa masih kesulitan memperoleh gambaran langsung mengenai dunia profesional, pengembangan karier, hingga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Melihat kondisi tersebut, sinergi antara dunia pendidikan dan sektor usaha dinilai menjadi kebutuhan penting. PNM kemudian menghadirkan program PNM Mengajar sebagai salah satu langkah konkret untuk mempersempit jarak antara pembelajaran di sekolah dengan realitas dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut berhasil menjangkau sekitar 2.700 siswa SMK dari berbagai wilayah di Indonesia. Para peserta mendapatkan materi mengenai perkembangan kewirausahaan di era digital, penguatan mentalitas bisnis, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental dan kepedulian terhadap lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Klaten itu mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten, Tuti Mahriah menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata yang diberikan PNM dalam mendukung pengembangan generasi muda.

“Kami berterima kasih dengan adanya program PNM Mengajar di sekolah kami. Kehadiran program ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi siswa-siswi untuk terus berjuang meraih mimpi, menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, serta menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak dini,” ujar Tuti Mahriah dikutip Jumat (23/5/2026).

Program PNM Mengajar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan siswa SMK agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri modern sekaligus mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi digital.

Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan dunia usaha seperti yang dilakukan PNM diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak siswa memperoleh akses

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |