
Foto ilustrasi pelaksanaan wisuda. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 285 lulusan Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) mengikuti Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Angkat Sumpah Profesi Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Ballroom Indraprasta, Sahid Raya Hotel & Convention, pada Kamis (21/5/2026) .
Mereka berasal dari 13 program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, serta Program Magister Kesehatan Masyarakat. Sebanyak 54 orang di antaranya diangkat sumpah profesi dari program studi yaitu profesi bidan dan profesi Ners. Adapun peserta wisuda dengan predikat cumlaude ada 94 wisudawan program Sarjana, 3 wisudawan program magister, dan 18 wisudawan profesi.
IPK tertinggi untuk program sarjana dengan nilai 3,98 diraih oleh Ananta Rezika Arisanty asal Tanjungpinang dari Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Najmatul Rahmi Widadi asal Masbagik, Nusa Tenggara Barat dari Prodi Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan. Sementara itu, IPK tertinggi untuk program Magister dengan nilai 4,00 diraih oleh Bernadeth Dwi Wahyunani asal Cilacap, Jawa Tengah dari Program Magister Kesehatan Masyarakat.
Rektor Universitas Respati Yogyakarta, Profesor Hari Kusnanto menyampaikan bahwa tantangan dunia profesional saat ini tidaklah mudah sehingga lulusan dituntut memiliki kemampuan adaptif dan pola pikir yang luas.
“Tidak mudah menjadi profesional di era sekarang. Universitas ini telah membekali saudara dengan landasan berpikir kritis dan sistemik, keberanian bermimpi, dan rasa tanggung jawab sosial melalui semangat kewirausahaan,” ungkap rektor.
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring, dan kemampuan berbagi.
"Maka jadilah pribadi yang rendah hati, mau mendengar, dan menghargai perbedaan. Karena kompleksitas zaman ini tidak bisa dipecahkan oleh satu disiplin ilmu saja,” tambahnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Respati, Tiwi Nurhastuti menegaskan komitmen yayasan untuk terus mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdampak dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta industri.
"Untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan nilai luhur bangsa, mampu berinovasi dan berwirausaha, serta memiliki semangat link and match dengan dunia kerja dan kebutuhan industri,” ujarnya.
Unriyo berupaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan tercermin dari capaian prestasi dosen dan mahasiswa serta peningkatan akreditasi program studi. Di antaranya perolehan predikat Unggul dari LAM-PTKes untuk Prodi Kesehatan Masyarakat, Keperawatan dan Profesi Ners, serta capaian terbaru Prodi Teknik Elektro meraih predikat Unggul dari LAM Teknik.
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Profesor Setyabudi Indartono mengapresiasi capaian akademik maupun nonakademik yang diraih oleh mahasiswa dan dosen Unriyo. Dimana Unriyo terus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan merata melalui program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan berbagai program beasiswa internal lainnya.
"Ada tiga pesan penting yang disarikan dari semangat “Diktisaintek Berdampak”, yaitu menjadi Pembuka Jalan [Inklusivitas], Jadilah Solusi bagi Bangsa [Kolaborasi], dan Berhenti Menjadi Pengguna, Mulailah Menjadi Pencipta," katanya.
Unriyo menyelenggarakan berbagai program pendidikan yang tersebar di beberapa fakultas dan program pascasarjana. Pertama, Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi fakultas dengan pilihan program studi terbanyak, yang mencakup jenjang Diploma Tiga (D3) seperti Fisioterapi dan Kebidanan, jenjang Sarjana (S1) seperti Keperawatan, Gizi, Kesehatan Masyarakat, dan Kebidanan, serta program Profesi untuk Ners, Bidan, dan Dietisien.
Selain fokus pada bidang kesehatan, memiliki Fakultas Sains & Teknologi yang mengasuh tiga program studi jenjang S1, yaitu Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Elektro. Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang sosial, humaniora, dan bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi menyediakan program studi S1 Akuntansi, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, dan Sastra Inggris. Terakhir, untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi, UNRIYO memfasilitasi Program Pascasarjana melalui program S2 Magister Kesehatan Masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































