Jumali Jum'at, 21 Agustus 2026 08:37 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Instagram memperluas fitur perlindungan bagi pengguna remaja dengan menghadirkan sistem notifikasi otomatis kepada orang tua. Melalui pembaruan fitur pengawasan atau Supervision, orang tua akan menerima pemberitahuan apabila akun remaja terdeteksi berulang kali mencari istilah yang berkaitan dengan bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya platform milik Meta untuk meningkatkan perlindungan pengguna muda di ruang digital. Pembaruan ini juga muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja dan kekhawatiran orang tua mengenai aktivitas anak saat menggunakan media sosial.
Instagram menjelaskan bahwa fitur tersebut berfungsi sebagai lapisan pengamanan tambahan. Perusahaan menyebut sebagian besar remaja tidak menggunakan platform untuk mencari konten berbahaya, namun mekanisme baru ini disiapkan untuk membantu mendeteksi potensi risiko lebih dini.
Orang Tua Akan Menerima Pemberitahuan Otomatis
Jika sistem mendeteksi pencarian berulang terhadap istilah yang berkaitan dengan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, Instagram tidak hanya memblokir hasil pencarian, tetapi juga mengirimkan notifikasi kepada orang tua yang telah terhubung melalui fitur pengawasan.
Pemberitahuan tersebut dirancang agar keluarga dapat mengetahui aktivitas yang dianggap berisiko dan mengambil langkah yang diperlukan apabila diperlukan.
Cara Kerja Fitur Baru Instagram
| Kanal Pengiriman | Email, SMS, WhatsApp, dan notifikasi di aplikasi |
| Pemicu Notifikasi | Pencarian berulang terkait bunuh diri atau menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat |
| Isi Notifikasi | Informasi aktivitas pencarian serta akses menuju panduan ahli |
| Respons Sistem | Memblokir hasil pencarian dan mengarahkan pengguna ke layanan bantuan |
Selain mengirimkan peringatan kepada orang tua, sistem juga akan mengarahkan pengguna remaja menuju informasi dan layanan bantuan profesional yang relevan.
Instagram Klaim Tetap Menjaga Privasi Pengguna
Dalam pengembangan fitur tersebut, Instagram menyatakan telah berkonsultasi dengan Suicide and Self-Harm Advisory Group. Kelompok penasihat itu dilibatkan untuk membantu menentukan ambang batas pencarian yang dianggap perlu memicu pengiriman notifikasi.
Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara perlindungan pengguna dan privasi remaja. Instagram menyebut sistem dirancang agar tidak mengirimkan terlalu banyak peringatan yang berpotensi membingungkan orang tua.
"Orangtua mungkin akan sesekali menerima notifikasi meskipun sebenarnya tidak ada hal berisiko yang perlu dikhawatirkan. Namun, kami dan para ahli meyakini bahwa langkah ini adalah titik awal yang tepat," tulis Instagram dalam keterangannya.
Perusahaan menegaskan bahwa pendekatan kehati-hatian menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penerapan fitur tersebut.
Konten Terkait Menyakiti Diri Tetap Dibatasi
Bersamaan dengan peluncuran fitur notifikasi, Instagram kembali menegaskan kebijakan yang melarang konten yang mempromosikan, mendorong, atau mengagungkan tindakan menyakiti diri sendiri.
Meski demikian, unggahan yang berisi pengalaman pribadi mengenai kesehatan mental masih diperbolehkan sebagai bentuk dukungan dan edukasi antarpengguna. Namun konten seperti itu tidak akan direkomendasikan maupun ditampilkan kepada akun remaja, termasuk ketika mereka mengikuti akun yang membagikannya.
Untuk pencarian yang berkaitan dengan kesehatan mental tetapi tidak mengarah pada tindakan berbahaya, Instagram tetap akan menampilkan panduan dan informasi bantuan yang relevan.
Perusahaan juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan layanan darurat apabila ditemukan indikasi kuat seseorang berisiko melukai diri sendiri secara nyata.
Fitur Berlaku untuk Pengguna yang Mengaktifkan Supervision
Instagram menjelaskan bahwa fitur notifikasi ini hanya tersedia bagi akun remaja dan orang tua yang telah mengaktifkan fitur pengawasan atau Supervision di aplikasi.
Dengan mekanisme tersebut, perusahaan berharap orang tua dapat memperoleh informasi tambahan mengenai aktivitas digital anak tanpa mengabaikan prinsip perlindungan privasi pengguna remaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online




































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
