Film Animasi Niu Lai Viral, Pendapatan Tembus Rp76 Miliar

1 hour ago 1

Jumali

Jumali Jum'at, 21 Agustus 2026 12:07 WIB

Film Animasi Niu Lai Viral, Pendapatan Tembus Rp76 Miliar

Poster Film Niu Lai/Maoyan

Harianjogja.com, JOGJA— Film animasi China Niu Lai mendadak menjadi perbincangan di internet setelah masuk jajaran box office domestik. Bukan karena menawarkan cerita spektakuler atau kualitas animasi yang memukau, film ini justru viral setelah warganet menyoroti rating rendah dan visual 3D yang dianggap jauh dari standar animasi modern.

Fenomena Niu Lai menjadi menarik karena film yang awalnya hanya meraup pendapatan sekitar 200 yuan atau Rp527.000 pada beberapa hari pertama penayangan itu kemudian mengalami lonjakan penonton. Sekitar dua pekan setelah dirilis, pendapatannya telah menembus lebih dari 29 juta yuan atau sekitar Rp76,5 miliar.

Niu Lai Jadi Bahan Lelucon di Internet

Niu Lai mendapat perhatian besar di Douban, platform media sosial China yang banyak digunakan untuk memberikan ulasan terhadap film dan konten hiburan. Film tersebut memperoleh rating pengguna 5,9 dari sekitar 30.000 ulasan.

Premis cerita dan kualitas grafis menjadi dua hal yang paling banyak dikritik warganet. Secara garis besar, Niu Lai berkisah tentang seekor anak sapi yang memiliki mimpi mengenai masa depannya dan tumbuh bersama keluarganya.

Dari sisi visual, animasi tiga dimensi yang ditampilkan dinilai tidak sebanding dengan perkembangan industri animasi China maupun standar film animasi dunia saat ini.

Kondisi itu justru membuat Niu Lai berkembang menjadi bahan lelucon internet atau meme. Film tersebut bahkan mulai digunakan oleh sejumlah pengguna media sosial untuk membuat konten bernuansa humor.

Nama Niu Lai sendiri memiliki arti harfiah "banteng datang" atau bull is coming. Istilah itu kemudian dikaitkan dengan harapan terhadap pasar saham China yang mengalami kenaikan atau kondisi bullish.

Meski demikian, tidak semua respons terhadap Niu Lai bernada negatif. Sebagian penonton justru mengaku menikmati film tersebut karena ceritanya dianggap sederhana dan apa adanya.

Ada pula penonton yang menilai film tersebut cukup lucu dan menghibur. Bahkan, beberapa pengguna merekomendasikan Niu Lai kepada orang yang sedang membutuhkan tontonan ringan untuk mencari hiburan.

Dibuat Hanya oleh Sutradara dan Ibunya

Perubahan besar terhadap nasib Niu Lai terjadi setelah publik mengetahui bahwa film tersebut diproduksi oleh tim yang sangat kecil.

Menurut berbagai laporan, film ini dikerjakan selama sekitar lima tahun oleh sutradara Xin Yumeng bersama ibunya, Sun Lifan. Keterbatasan sumber daya produksi juga terlihat dari materi promosi yang digunakan untuk memperkenalkan film tersebut.

Poster Niu Lai hanya memperlihatkan gambar anak sapi yang dibuat menggunakan pena dengan sedikit warna. Materi promosi itu juga menggunakan slogan seperti "datanglah jika kamu suka sesuatu yang aneh" dan "tidak ada pengembalian uang".

Minimnya promosi membuat Niu Lai pada awalnya nyaris tidak mendapatkan perhatian penonton. Film berdurasi sekitar 86 menit itu hanya menghasilkan sekitar 10.000 yuan atau Rp26,3 juta dalam 10 hari pertama setelah dirilis pada 5 Agustus 2026.

Pendapatan tersebut kemudian berubah drastis setelah berbagai cuplikan dan komentar mengenai Niu Lai menyebar luas di internet.

Pendapatan Niu Lai Melonjak

Lonjakan perhatian publik membuat jumlah penonton meningkat tajam. Bioskop kemudian menambah jadwal pemutaran karena permintaan terhadap film tersebut ikut meningkat.

Pantauan pada situs Maoyan pada Kamis (20/8/2026) pagi menunjukkan pendapatan Niu Lai secara keseluruhan telah melewati 29 juta yuan atau sekitar Rp76,5 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sangat besar dibandingkan pendapatan pada masa awal penayangannya.

Film ini bahkan sempat masuk 10 besar box office harian China. Niu Lai bersanding dengan sejumlah film beranggaran besar dan populer, termasuk The Odyssey serta Spider-Man: Brand New Day.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana percakapan di media sosial dapat mengubah nasib sebuah film. Film yang awalnya hampir tidak mendapatkan penonton justru memperoleh perhatian besar setelah warganet memperbincangkan kelemahan sekaligus keunikannya.

Pada akhirnya, kualitas visual yang menjadi sasaran kritik justru membantu Niu Lai mendapatkan eksposur lebih luas. Rasa penasaran publik terhadap film tersebut kemudian mendorong peningkatan jumlah penonton dan pendapatan secara signifikan.

Bagi penonton yang penasaran dengan kualitas animasi Niu Lai, sejumlah cuplikan film telah beredar di platform video China Bilibili maupun YouTube. Pencarian menggunakan kata kunci "Niu Lai" dapat digunakan untuk menemukan berbagai cuplikan yang beredar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |