Indonesia Tutup AVC Nations Cup dengan Lonjakan Prestasi

7 hours ago 3

Jumali

Jumali Minggu, 14 Juni 2026 17:37 WIB

Indonesia Tutup AVC Nations Cup dengan Lonjakan Prestasi

Timnas voli putri Indonesia/Instagram: avcvolley

Harianjogja.com, JOGJA—Tim voli putri Indonesia menutup perjuangannya di AVC Women's Nations Cup 2026 dengan hasil yang memberi optimisme besar bagi masa depan. Srikandi Merah Putih memastikan finis di peringkat kelima setelah mengalahkan Australia tiga set langsung pada laga perebutan posisi kelima, Minggu (14/6/2026).

Kemenangan tersebut tidak hanya menempatkan Indonesia di lima besar Asia dalam turnamen itu, tetapi juga memperlihatkan perkembangan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. Sepanjang turnamen, Indonesia berhasil mengoleksi lima kemenangan, meningkat dari tiga kemenangan yang diraih pada AVC Women's Nations Cup tahun lalu.

Pada pertandingan yang berlangsung di Candon City Arena, Filipina, Indonesia tampil dominan sejak awal laga. Tim asuhan Marcos Sugiyama tidak memberi banyak ruang bagi Australia untuk mengembangkan permainan dan berhasil menang dengan skor 25-13, 25-19, 26-24.

Keunggulan Indonesia terlihat dari servis yang agresif, pertahanan yang disiplin, serta koordinasi antarpemain yang berjalan efektif. Dua set pertama berlangsung relatif nyaman bagi Indonesia sebelum Australia memberikan perlawanan lebih ketat pada set ketiga.

Meski mendapat tekanan pada set penentuan, para pemain Indonesia mampu menjaga konsentrasi hingga poin-poin akhir dan mengamankan kemenangan tiga set tanpa balas.

Pada laga tersebut, Marcos Sugiyama menurunkan komposisi terbaik dengan Tisya Amallya Putri sebagai setter. Arsela Nuari Purnama dipercaya mengisi posisi opposite, sementara Medi Yoku dan Ersandrina Devega tampil sebagai outside hitter.

Di sektor tengah, Chelsa Berliana dan Maradanti Namira bertugas sebagai middle blocker. Posisi libero diisi oleh Indah Guretno yang turut berperan menjaga stabilitas pertahanan tim.

Salah satu sorotan utama sepanjang turnamen adalah keberanian Indonesia memberi panggung kepada pemain-pemain muda. Mayoritas skuad yang dibawa ke Filipina dihuni atlet berusia di bawah 20 tahun yang mulai mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.

Nama-nama seperti Chelsa Berliana, Maradanti Namira, Gendis, hingga Tina Syifa Sabila Salim mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan mereka menghadapi lawan-lawan yang secara peringkat dunia berada di atas Indonesia.

Kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda tersebut berbuah hasil positif. Mereka tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga membantu Indonesia mencatat peningkatan performa secara keseluruhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena Indonesia tampil tanpa Megawati Hangestri Pertiwi. Absennya salah satu pemain paling berpengalaman di tim nasional sempat menimbulkan tanda tanya mengenai kekuatan skuad Merah Putih dalam turnamen ini.

Namun kondisi tersebut justru menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk mengambil peran lebih besar. Hasilnya, Indonesia tetap mampu tampil kompetitif dan menunjukkan kualitas permainan yang menjanjikan.

Pada fase grup Pool B, Indonesia mengumpulkan tiga kemenangan saat menghadapi Iran, Hong Kong, dan Lebanon. Sementara dua kekalahan didapat saat menghadapi Kazakhstan dan Vietnam.

Berdasarkan data fase grup, Indonesia mengoleksi total 10 poin. Satu-satunya pertandingan yang tidak menghasilkan poin terjadi ketika Indonesia kalah 0-3 dari Kazakhstan.

Meski gagal melangkah ke semifinal, pencapaian finis di posisi kelima menunjukkan adanya perkembangan yang nyata dalam proses pembinaan voli putri nasional. Kenaikan jumlah kemenangan serta munculnya sejumlah pemain muda potensial menjadi modal penting menghadapi agenda internasional berikutnya seperti SEA Games dan berbagai turnamen tingkat Asia lainnya.

AVC Women's Nations Cup 2026 berlangsung pada 6-14 Juni di Filipina dan diikuti sejumlah negara kuat Asia. Korea Selatan serta Tionghoa Taipei tampil di partai final. Sementara bagi Indonesia, hasil di Filipina menjadi sinyal positif bahwa proses regenerasi mulai menunjukkan hasil dan membuka peluang untuk bersaing lebih kompetitif pada turnamen mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |