Indonesia Tetap Raja Penerbangan ASEAN, Vietnam Salip Thailand

7 hours ago 7

Jumali

Jumali Selasa, 04 Agustus 2026 19:57 WIB

Indonesia Tetap Raja Penerbangan ASEAN, Vietnam Salip Thailand

Maskapai penerbangan di bandara YIA-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo


Harianjogja.com, JOGJA—Peta industri penerbangan Asia Tenggara mengalami perubahan pada Juli 2026. Indonesia masih mempertahankan status sebagai pasar penerbangan terbesar di kawasan dengan kapasitas 10,9 juta kursi. Namun, persaingan di bawahnya semakin ketat setelah Vietnam berhasil menyalip Thailand dan merebut posisi kedua sebagai pasar penerbangan terbesar di ASEAN.

Data terbaru dari Official Airline Guide (OAG) menunjukkan kapasitas penerbangan Indonesia mencapai 10,9 juta kursi sepanjang Juli 2026. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski pertumbuhannya relatif tipis, capaian tersebut cukup untuk menjaga dominasi Indonesia sebagai pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara.

Vietnam Naik ke Posisi Kedua

Perubahan signifikan justru terjadi pada posisi kedua pasar penerbangan kawasan. Vietnam berhasil menggeser Thailand setelah mencatat pertumbuhan kapasitas yang lebih kuat sepanjang tahun berjalan.

Berdasarkan laporan OAG, kapasitas penerbangan Vietnam mencapai 7,4 juta kursi pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut membuat Vietnam resmi menempati peringkat kedua pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara.

Keberhasilan Vietnam menyalip Thailand menjadi salah satu perubahan penting dalam peta industri penerbangan regional tahun ini.

Thailand Turun ke Peringkat Ketiga

Thailand yang sebelumnya konsisten berada di posisi kedua harus turun satu tingkat setelah kapasitas penerbangannya mengalami penurunan.

OAG mencatat kapasitas penerbangan Thailand berada di angka 6,9 juta kursi, atau turun sekitar 3 persen secara tahunan.

Penurunan tersebut membuat Thailand kehilangan posisinya dan berada di bawah Vietnam dalam daftar pasar penerbangan terbesar di kawasan ASEAN.

Di bawah Thailand, posisi berikutnya ditempati oleh Malaysia dan Filipina.

Krisis Timur Tengah Tekan Industri Penerbangan

Menurut OAG, penurunan kapasitas yang terjadi di Thailand, Malaysia, dan Filipina tidak terlepas dari dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan politik yang berkembang di kawasan tersebut turut memengaruhi industri penerbangan global, termasuk maskapai-maskapai yang beroperasi di Asia Tenggara.

Lembaga analisis penerbangan yang berbasis di Inggris itu menyebutkan bahwa sejumlah operator penerbangan harus melakukan penyesuaian kapasitas akibat meningkatnya biaya operasional.

Vietnam Airlines Jadi yang Terbesar di ASEAN

Selain mencatat pertumbuhan pasar nasional, Vietnam juga menorehkan pencapaian melalui maskapai penerbangan nasionalnya.

OAG menobatkan Vietnam Airlines sebagai maskapai penerbangan terbesar di Asia Tenggara sepanjang Juli 2026.

Maskapai tersebut membukukan kapasitas sekitar 2,81 juta kursi, meningkat tipis 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut memperkuat posisi Vietnam dalam industri penerbangan regional, baik dari sisi pasar maupun operator maskapai.

Kapasitas Penerbangan ASEAN Menyusut

Secara keseluruhan, pasar penerbangan Asia Tenggara justru mengalami kontraksi pada Juli 2026.

OAG melaporkan total kapasitas penerbangan kawasan mencapai 50,4 juta kursi, turun 1,2 persen dibandingkan Juli tahun lalu.

Penyusutan tersebut dipengaruhi lonjakan harga bahan bakar avtur yang terjadi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Situasi itu dipicu oleh serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran yang kemudian berdampak pada pasar energi global.

Kenaikan biaya bahan bakar membuat sejumlah maskapai di Asia Tenggara mengambil langkah efisiensi untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengurangi kapasitas dan memangkas sejumlah rute penerbangan internasional.

Meski pasar regional mengalami tekanan, Indonesia masih mampu mempertahankan posisinya sebagai pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara. Di sisi lain, Vietnam menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat hingga berhasil menggeser Thailand dalam persaingan industri penerbangan kawasan pada 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |