Harga Telur Turun, Pemerintah Siapkan Strategi Selamatkan Peternak

6 hours ago 4

Harga Telur Turun, Pemerintah Siapkan Strategi Selamatkan Peternak

Suasana peternakan ayam petelur di Karangsari, Pengasih pada Selasa (23/8/2022)/Harian Jogja - Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus berupaya menjaga keseimbangan harga telur ayam ras di tingkat produsen dan konsumen. Langkah ini dilakukan untuk melindungi peternak dari tekanan harga sekaligus memastikan komoditas tetap terjangkau bagi masyarakat.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan bahwa telur ayam ras menjadi salah satu komoditas yang saat ini mendapat perhatian khusus. Hal ini menyusul tren penurunan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), telur ayam ras mengalami deflasi sebesar 4,29 persen pada April 2026 dan meningkat menjadi 5,14 persen pada Mei. Penurunan harga ini berdampak langsung pada peternak, terutama di tingkat produsen yang menghadapi tekanan akibat melemahnya harga jual.

Data pemantauan Bapanas menunjukkan harga telur ayam ras rata-rata berada di angka Rp27.236 per kilogram pada Maret 2026. Namun, harga tersebut terus mengalami penurunan menjadi Rp25.719 per kg pada April, Rp24.688 per kg pada Mei, hingga menyentuh Rp24.424 per kg pada awal Juni 2026.

“Kondisi ini harus segera kita respons. Harga di tingkat produsen harus kita dorong naik, tetapi tetap dijaga agar tidak membebani konsumen,” ujar Ketut, Minggu (7/6/2026)

Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah mendorong berbagai langkah strategis, salah satunya melalui peningkatan penyerapan hasil produksi peternak. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu solusi utama yang diharapkan mampu menyerap produksi telur dalam jumlah besar.

Program ini dinilai memiliki potensi besar karena menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, permintaan telur diharapkan meningkat dan mampu menstabilkan harga di tingkat peternak.

Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, asosiasi peternak, hingga koperasi untuk menata rantai distribusi agar lebih efisien dan berkeadilan.

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga di tingkat konsumen tetap berada dalam batas wajar sesuai harga acuan. Upaya ini penting agar daya beli masyarakat tidak terganggu di tengah fluktuasi harga pangan.

Langkah stabilisasi juga difokuskan di daerah sentra produksi, seperti Jawa Timur, guna memastikan distribusi berjalan optimal dan pasokan tetap terjaga.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir dalam setiap dinamika harga pangan. Dengan menjaga keseimbangan antara hulu dan hilir, diharapkan peternak tetap mendapatkan keuntungan yang layak, sementara masyarakat tetap bisa mengakses pangan dengan harga terjangkau.

Masyarakat pun diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan telur ayam ras, karena stok nasional dipastikan aman dan terus dipantau secara intensif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |