Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak

6 hours ago 4

Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak

Proses evakuasi perahu mesin tempel milik nelayan yang terbalik di Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi, Tepus, Rabu (19/8). /Foto istimewa Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Tiga perahu mesin tempel milik nelayan Gunungkidul terbalik dalam waktu kurang dari 24 jam. Peristiwa yang terjadi di Pantai Seruni, Pelabuhan Sadeng, dan Pantai Siung itu berlangsung saat kondisi gelombang di perairan Selatan Jawa sedang mengalami kenaikan.

Meski tiga kejadian tersebut terjadi dalam rentang waktu berdekatan, seluruh nelayan yang berada di dalam perahu berhasil diselamatkan. Total ada tujuh nelayan yang menjadi korban dalam tiga peristiwa tersebut dan tidak ada korban jiwa.

Peristiwa pertama terjadi pada Selasa (18/8/2026) sore di kawasan Pantai Seruni, Kalurahan Tepus, Tepus. Perahu tersebut ditumpangi seorang tekong bersama dua nelayan yang kemudian berhasil selamat setelah perahu terbalik.

Kejadian berikutnya berlangsung di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Girisubo, pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Pemilik perahu yang mengalami kecelakaan tersebut dilaporkan selamat.

Belum berselang dua jam, perahu nelayan kembali terbalik sekitar pukul 07.15 WIB di Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Tepus. Tiga nelayan yang berada di atas perahu juga berhasil selamat dan dilaporkan tidak mengalami luka apa pun.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan rangkaian kecelakaan tersebut terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Menurut dia, kejadian bermula ketika para nelayan hendak mendarat setelah menjalankan aktivitas penangkapan ikan di laut.

“Kemarin sore [Selasa] ada satu perahu terbalik di Pantai Seruni. Sedangkan pagi ini, ada laporan perahu terbalik di Pelabuhan Sadeng dan Pantai Siung,” kata Sunu saat dihubungi, Rabu siang.

Tujuh Nelayan Selamat

Sunu memastikan tiga kejadian perahu terbalik tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Dari tiga perahu yang mengalami kecelakaan, terdapat tujuh nelayan yang menjadi korban, tetapi seluruhnya berhasil diselamatkan.

“Hanya kerugian material karena perahu mengalami kerusakan. Untuk para nelayan berhasil selamat,” ungkapnya.

Menurut Sunu, kondisi gelombang di perairan Selatan Jawa saat ini sedang mengalami kenaikan. Ketinggian gelombang tersebut diprediksi dapat mencapai 4-5 meter.

Situasi tersebut membuat nelayan diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika hendak melaut. Sunu mengingatkan agar nelayan tidak memaksakan diri apabila kondisi laut sedang tidak mendukung.

“Kondisinya sedang tidak bagus, sehingga jangan memaksakan diri untuk melaut karena keselamatan merupakan hal yang utama,” katanya.

Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Imbauan serupa disampaikan Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono. Ia menyebut gelombang tinggi di laut masih menjadi ancaman sehingga nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan.

“Untuk wilayah 2, nelayan memilih berhenti menangkap ikan sambil menunggu keadaan kembali normal. Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi Risiko kecelakaan laut,” katanya.

Menurut Marjono, kewaspadaan tidak hanya diperlukan oleh nelayan. Pelaku usaha dan pengunjung pantai juga diminta memperhatikan kondisi laut serta menghindari kawasan yang berbahaya.

“Kami terus mengimbau agar lebih berhati-hati. Jangan bermain di area berbahaya untuk mengurangi Risiko terseret ombak laut,” katanya.

Rangkaian kejadian di Pantai Seruni, Pelabuhan Sadeng, dan Pantai Siung tersebut terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam. Seluruh nelayan yang terlibat berhasil selamat, sementara kerugian yang ditimbulkan berupa kerusakan pada perahu.

Dengan kondisi gelombang perairan Selatan Jawa yang sedang meningkat dan diprediksi mencapai 4-5 meter, nelayan, pelaku usaha, serta pengunjung pantai diimbau lebih berhati-hati untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |