Ford Ikuti Jejak GM, Pindahkan Produksi Lincoln dari China ke AS

8 hours ago 5

Jumali

Jumali Jum'at, 14 Agustus 2026 16:17 WIB

Ford Ikuti Jejak GM, Pindahkan Produksi Lincoln dari China ke AS

Ilustrasi mobil Ford/Ford.co.uk

Harianjogja.com, JOGJA— Gelombang pergeseran rantai pasok otomotif global kembali bergulir. Ford Motor secara resmi mengumumkan rencana memindahkan produksi sejumlah model Lincoln dari China ke Amerika Serikat (AS) mulai 2030, sebuah langkah strategis yang diambil di tengah membeludaknya tarif impor kendaraan asal Negeri Tirai Bambu.

Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan perdagangan AS mulai mendorong para raksasa otomotif untuk mengalihkan produksi ke dalam negeri. CEO Ford Jim Farley menyebut langkah tersebut memang sulit, tetapi sangat diperlukan untuk memperkuat basis manufaktur domestik di tengah perubahan kebijakan perdagangan yang dinamis.

Tarif 52,5% Jadi Pendorong Utama

Salah satu model yang paling terdampak adalah Lincoln Nautilus, yang selama ini menjadi kendaraan utama Ford yang diimpor dari China ke AS. Ford mengonfirmasi bahwa Nautilus kini dikenakan tarif impor sebesar 52,5%—angka yang cukup untuk menghapus seluruh keuntungan biaya produksi yang semula menjadi alasan utama memproduksi SUV kelas menengah tersebut di Hangzhou.

Farley menegaskan bahwa tarif menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Dalam wawancara bersama Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, ia menyatakan:

"Kami mengambil keputusan ini segera setelah kebijakan pemerintah ditetapkan. Kami tahu persis apa yang ingin mereka lakukan dan apa artinya bagi Ford," dikutip dari Reuters.


Bukan Hanya Tarif, Regulasi Teknologi Juga Berperan

Selain tarif, keputusan Ford juga dipengaruhi oleh Connected Vehicle Rule, yaitu regulasi yang membatasi penggunaan teknologi dan perangkat keras tertentu asal China pada kendaraan yang dijual di AS.

Farley menegaskan bahwa kedua regulasi tersebut menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan, meskipun tarif tetap menjadi pendorong utama. Ford sebelumnya termasuk salah satu perusahaan yang mengajukan permohonan izin kepada Departemen Perdagangan AS untuk terus menjual kendaraan yang berpotensi terkena pembatasan.

Namun, setelah berdiskusi dengan Departemen Perdagangan AS, Ford menyadari bahwa Lincoln Nautilus tidak lagi membutuhkan izin khusus untuk dijual di AS. Sebelumnya, perusahaan memerlukan persetujuan karena perangkat lunak Nautilus dikembangkan di AS tetapi dipasang pada kendaraan di China.

Mengikuti Jejak General Motors

Langkah Ford ini mengikuti strategi serupa dari pesaing utamanya, General Motors (GM). GM sebelumnya telah mengumumkan rencana memindahkan produksi Buick Envision dari China ke AS mulai 2028.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan AS mulai mendorong produsen otomotif untuk menata ulang rantai pasok dan lokasi produksi mereka. Farley mengatakan Ford akan menjual Lincoln yang diproduksi di AS untuk pasar domestik sebagai bagian dari upaya signifikan meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri.

Basis Produksi Lincoln di AS Sudah Ada

Ford sebenarnya telah memiliki basis produksi Lincoln di AS. Model Navigator dirakit di Louisville, Kentucky, sedangkan Aviator diproduksi di Chicago. Kedua model tersebut juga diekspor ke sejumlah pasar, termasuk Kanada, Meksiko, dan Timur Tengah.

Namun, Ford belum mengungkapkan pabrik mana yang akan digunakan untuk memproduksi model-model Lincoln yang saat ini dibuat di China.

Dampak bagi Industri Otomotif AS

Bagi industri otomotif AS, keputusan Ford berpotensi memperkuat produksi domestik dan menciptakan lapangan kerja baru. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick bahkan menyatakan: "Ford's got an edge. Domestic manufacturing has an edge."

Namun, pemindahan fasilitas produksi juga dapat meningkatkan biaya manufaktur karena struktur biaya produksi di AS umumnya lebih tinggi dibandingkan China. Kebijakan tarif dengan demikian tidak hanya mengubah arus perdagangan kendaraan, tetapi juga mendorong perusahaan menata ulang rantai pasok dan lokasi produksinya.

Ford tercatat menjual sekitar 34.000 unit Nautilus di AS pada tahun lalu—angka yang menunjukkan betapa pentingnya model ini bagi portofolio Lincoln di pasar domestik. Dengan keputusan ini, Ford berharap dapat mempertahankan daya saing Nautilus di tengah tekanan tarif yang semakin berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |