Laos Laporkan Dugaan Match Fixing ke Polisi Usai Piala AFF

5 hours ago 4

Jumali

Jumali Jum'at, 14 Agustus 2026 19:07 WIB

Laos Laporkan Dugaan Match Fixing ke Polisi Usai Piala AFF

Hasil pertandingan Myanmar vs Laos/Instagram: aseanutdfc

Harianjogja.com, JOGJA— Piala AFF 2026 kembali menjadi sorotan setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) melaporkan dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing yang diduga melibatkan sejumlah anggota Timnas Laos. Dugaan tersebut kini tengah dimintakan penyelidikan kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap kemungkinan adanya manipulasi pertandingan, suap, maupun aktivitas perjudian ilegal selama turnamen berlangsung.

Dugaan skandal ini mencuat setelah LFF menemukan sejumlah kejanggalan dalam penampilan Timnas Laos selama fase grup Piala AFF 2026 atau ASEAN Hyundai Cup 2026.

Berdasarkan laporan media Malaysia, SNE Sports, federasi secara resmi telah menyerahkan laporan kepada kepolisian Laos guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Langkah tersebut dilakukan melalui surat resmi tertanggal 7 Agustus 2026 yang disebut menjadi dasar pengaduan terkait dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota tim nasional.

"Federasi Sepak Bola Laos (LFF) secara resmi telah melaporkan dugaan skandal pengaturan pertandingan yang melibatkan tim nasional Laos kepada kepolisian Laos," tulis laporan SNE Sports.

LFF meminta pihak berwenang menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran pidana maupun pelanggaran disiplin yang terjadi selama keikutsertaan Laos di Piala AFF 2026.

Namun hingga saat ini, belum ada pemain ataupun ofisial yang dinyatakan bersalah. Federasi menegaskan laporan tersebut merupakan permintaan investigasi untuk memastikan apakah dugaan yang muncul memiliki dasar yang kuat atau tidak.

Performa Buruk Laos Jadi Sorotan

Langkah LFF tidak lepas dari performa Timnas Laos yang terpuruk sepanjang fase grup.

Tim berjuluk Thim Xad itu gagal meraih satu pun poin setelah kalah dalam seluruh pertandingan Grup B.

Hasil yang diperoleh Laos adalah:

  • Kalah 0-5 dari Thailand
  • Kalah 0-4 dari Malaysia
  • Kalah 1-4 dari Filipina
  • Kalah 2-7 dari Myanmar

Dari empat pertandingan tersebut, Laos hanya mampu mencetak empat gol dan kebobolan hingga 20 kali.

Catatan tersebut menjadikan Laos sebagai salah satu tim dengan pertahanan terburuk sepanjang fase grup turnamen.

Kartu Merah dan Gol Bunuh Diri Jadi Perhatian

Selain hasil pertandingan, federasi juga menyoroti sejumlah insiden yang dianggap tidak biasa selama turnamen.

Laos tercatat menerima tiga kartu merah dan 12 kartu kuning hanya dalam empat pertandingan.

Nama Phetdavanh Somsanith menjadi perhatian karena menerima kartu merah dalam dua laga berbeda. Sementara Safyon Keohanam juga diusir keluar lapangan saat menghadapi Myanmar.

Insiden Keohanam dinilai cukup mencolok karena ia baru enam menit berada di lapangan setelah masuk sebagai pemain pengganti sebelum menerima kartu merah akibat menyikut pemain Myanmar, Maung Maung Lwin.

Selain kartu merah, perhatian juga tertuju kepada bek Laos, Viengxay Sydavong.

Pemain tersebut tercatat mencetak dua gol bunuh diri dalam dua pertandingan berbeda, masing-masing saat menghadapi Malaysia dan Filipina.

Rangkaian kejadian itu disebut menjadi bagian dari indikator yang mendorong federasi melakukan evaluasi internal dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Investigasi Bisa Mencakup Seluruh Pertandingan

LFF mengindikasikan hasil penelaahan internal menemukan sejumlah hal yang dianggap cukup serius untuk ditindaklanjuti.

Karena itu, investigasi yang dilakukan kepolisian Laos berpotensi tidak hanya berfokus pada satu pertandingan tertentu.

Laporan federasi disebut merujuk pada seluruh pertandingan Timnas Laos selama ASEAN Hyundai Cup 2026, sehingga penyelidikan dapat mencakup keseluruhan perjalanan Laos di fase grup.

Jika ditemukan bukti pelanggaran, kasus ini berpotensi berkembang ke ranah disiplin sepak bola internasional maupun proses hukum pidana sesuai peraturan yang berlaku di Laos.

Belum Ada Pihak yang Ditetapkan Bersalah

Meski dugaan match fixing telah menjadi perhatian publik sepak bola Asia Tenggara, penting dicatat bahwa seluruh tuduhan tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pemain, pelatih, ofisial, maupun pihak lain yang dinyatakan terbukti terlibat dalam praktik pengaturan pertandingan.

Hasil investigasi kepolisian Laos nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah terdapat unsur manipulasi pertandingan, suap, atau aktivitas perjudian ilegal yang memengaruhi jalannya laga Timnas Laos di Piala AFF 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |