Jumali Selasa, 09 Juni 2026 16:37 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—FIFA akan menerapkan sejumlah perubahan penting dalam sistem perwasitan pada Piala Dunia 2026. Salah satu pembaruan utama adalah perluasan kewenangan video assistant referee (VAR) yang kini dapat meninjau kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah.
Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan akurasi keputusan sekaligus menjaga pertandingan berlangsung lebih adil.
“Ada perubahan pada VAR. Kartu kuning kedua yang menghasilkan pengusiran pemain kini bisa ditinjau ulang,” ujar Collina.
Selain itu, VAR juga diberi kewenangan untuk mengoreksi keputusan tendangan sudut yang terbukti keliru sebelum permainan kembali dilanjutkan.
Gol Bisa Dianulir dari Pelanggaran Bola Mati
FIFA juga memperkenalkan kategori baru dalam penggunaan VAR yang berkaitan dengan pelanggaran atau blok terhadap pemain sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati.
Melalui aturan tersebut, gol yang tercipta dari sepak pojok maupun tendangan bebas dapat dibatalkan apabila ditemukan pelanggaran terhadap pemain bertahan sebelum bola dimainkan.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi praktik saling tarik atau menghalangi pemain yang kerap terjadi saat situasi bola mati.
Aturan Baru untuk Tekan Pemborosan Waktu
Selain perubahan pada VAR, FIFA juga memperketat sejumlah regulasi guna mengurangi pemborosan waktu selama pertandingan.
Beberapa aturan baru yang akan diterapkan meliputi:
- Pemain yang sengaja menutupi mulut saat terlibat konfrontasi dengan lawan berisiko menerima kartu merah.
- Wasit akan memberikan peringatan kepada pemain yang terlalu lama melakukan tendangan gawang atau lemparan ke dalam. Jika permainan tidak segera dilanjutkan dalam waktu lima detik setelah peringatan, tim lawan akan memperoleh keuntungan.
- Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik. Jika melanggar, pemain pengganti harus menunggu tambahan satu menit sebelum masuk ke lapangan.
- Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan harus berada di luar lapangan selama 60 detik sebelum diizinkan kembali bermain.
Menurut Collina, seluruh perubahan tersebut bertujuan mengurangi interupsi yang tidak perlu sehingga pertandingan dapat berjalan lebih dinamis.
“Kami ingin menghilangkan sebanyak mungkin interupsi dalam pertandingan. Kami berusaha mengurangi penghentian permainan yang tidak perlu,” katanya.
Ia menegaskan tujuan utama FIFA tetap menjaga keselamatan pemain sekaligus memastikan pertandingan berlangsung secara adil.
Mulai Berlaku di Piala Dunia 2026
Seluruh perubahan peraturan tersebut akan mulai diterapkan pada FIFA World Cup 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dengan perluasan fungsi VAR dan aturan baru untuk menekan pemborosan waktu, FIFA berharap kualitas pertandingan meningkat sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pemain, ofisial, dan penonton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































