Festival Dalang Sleman 2026, Regenerasi Dalang Muda Dimulai

7 hours ago 3

Festival Dalang Sleman 2026, Regenerasi Dalang Muda Dimulai

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026 pada Sabtu (9/5/2026) di gedung Serba Guna Kabupaten Sleman./Istimewa -- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat pelestarian budaya melalui gelaran Festival Dalang Anak dan Remaja 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus strategi menjaga keberlanjutan seni pedalangan di Bumi Sembada.

Festival yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman ini diikuti total 34 peserta, terdiri dari 17 kategori anak dan 17 kategori remaja. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kapanewon di Sleman.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Sleman, Arif Wibowo, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi penerus dalang.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang pembinaan dan regenerasi pelaku seni pedalangan di Sleman,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Jadwal dan Konsep Festival

Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 dibagi dalam dua kategori dengan jadwal berbeda:

Kategori anak-anak: 9–10 Mei 2026

Kategori remaja: 11–12 Mei 2026

Para peserta menampilkan kemampuan mendalang, mulai dari penguasaan cerita, karakter tokoh, hingga teknik vokal dan pengolahan adegan. Penilaian umumnya mencakup aspek catur (narasi), sabet (gerak wayang), suluk (vokal), dan penguasaan lakon.

Tanamkan Nilai Karakter Lewat Wayang

Arif menegaskan bahwa seni pedalangan sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang relevan di tengah perkembangan zaman. Nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, hingga keberanian menjadi bagian penting yang ingin diwariskan kepada generasi muda.

“Di tengah derasnya arus digital, nilai-nilai luhur dalam wayang justru semakin penting untuk membentuk karakter anak-anak,” tambahnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut mengapresiasi antusiasme peserta dalam mempelajari seni tradisi yang tidak mudah. Menurutnya, menjadi dalang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kehidupan.

“Menjadi dalang bukan hal instan. Butuh proses panjang, termasuk memahami filosofi cerita wayang yang kompleks,” katanya.

Strategi Pelestarian Budaya Lokal

Festival ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah modernisasi. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi, pertukaran pengalaman, dan peningkatan kepercayaan diri para dalang muda.

Ke depan, festival semacam ini diharapkan mampu melahirkan dalang-dalang muda berbakat yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga mampu menjadi agen pelestari budaya dan penyampai nilai moral di masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |