
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulog memastikan harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan dipatok lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) di dalam negeri. Kebijakan ini diambil sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penentuan harga ekspor dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan bahwa aktivitas ekspor beras tidak merugikan petani, melainkan memberikan nilai tambah yang optimal.
“Karena sesuai arahan Bapak Presiden, harga yang kita ekspor harus menguntungkan petani, bangsa, dan negara kita,” ujar Rizal, Sabtu (30/5/2026).
Ia mengungkapkan, harga ekspor beras Indonesia berpotensi melampaui angka Rp16.000 per kilogram, yang sebelumnya menjadi kisaran penawaran dari pihak Malaysia. Dengan demikian, harga tersebut akan berada di atas HET beras premium domestik yang saat ini berkisar antara Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung wilayah.
Rizal menjelaskan, dalam waktu dekat Bulog bersama Kementerian Pertanian akan melakukan kunjungan ke Sarawak, Malaysia, usai perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Agenda tersebut bertujuan untuk memfinalisasi kesepakatan ekspor, termasuk volume kebutuhan beras dan harga yang akan disepakati kedua negara.
Selain itu, pembahasan juga mencakup aspek teknis pengiriman. Dua opsi yang sedang dipertimbangkan yakni skema pengiriman langsung dari pelabuhan ke pelabuhan (port to port) atau pembelian langsung oleh pihak Malaysia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
“Nanti akan dibahas lebih lanjut di sana, apakah mekanismenya port to port atau mereka langsung membeli di Pelabuhan Priok,” kata Rizal.
Meski demikian, keputusan final terkait harga ekspor masih akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan jajaran internal Bulog, termasuk direktur pemasaran, serta Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.
Bulog optimistis rencana ekspor ini tidak hanya membuka peluang pasar baru bagi beras Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga sempat menegaskan agar Indonesia tidak menjual beras ke pasar internasional dengan harga murah. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai komoditas nasional agar tetap memberikan manfaat maksimal bagi petani dan negara.
Dengan strategi harga yang lebih kompetitif dan menguntungkan, ekspor beras ke Malaysia diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan nilai tambah sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































