Logo BRI Super League. / Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Persik Kediri kembali tidak bisa bermain di kandang sendiri saat menghadapi laga penting pekan ke-31 BRI Super League 2025/26 melawan Arema FC, yang kini dipindahkan ke Stadion Gelora Joko Samudro, di Kabupaten Gresik, Minggu (3/5/2026).
Perubahan lokasi ini membuat laga Derbi Jawa Timur terasa berbeda bagi suporter, karena tim berjuluk Macan Putih harus kembali berjuang di tempat yang sejauh ini belum memberi hasil maksimal.
Kepastian pemindahan venue tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Circular #52 yang dipublikasikan pada 29 April 2026. Meski berpindah dari Stadion Brawijaya di Kota Kediri, jadwal pertandingan tetap berlangsung pukul 15.30 WIB tanpa perubahan.
Surat yang ditandatangani oleh Deputy Director of Competition & Commercial I.League, Takeyuki Oya, tersebut menyebutkan bahwa perubahan lokasi dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian venue kompetisi.
Salah satu faktor penting dalam penentuan stadion adalah ketersediaan fasilitas Video Assistant Referee (VAR), yang kini menjadi standar dalam pertandingan kompetisi. Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan beberapa stadion lain sebelum akhirnya memilih Gresik.
"Namun venue tersebut ada beberapa kendala, termasuk adanya penyelenggaraan event lain yang waktunya bersamaan. Gresik awalnya belum masuk nominasi karena Stadion Gelora Joko Samudro saat itu belum memiliki fasilitas Video Assistant Referee (VAR). Namun setelah komunikasi lanjutan, kebutuhan VAR dinyatakan bisa dipenuhi," jelas Tri Widodo, Kamis (30/4/2026).
Saat ini, panitia pelaksana tengah menuntaskan administrasi penggunaan stadion dengan dukungan dari Pemkab Gresik dan kepolisian setempat agar pertandingan berjalan lancar dan aman bagi penonton.
Laga melawan Arema FC ini menjadi kali keempat Persik Kediri menggunakan Stadion Gelora Joko Samudro sebagai kandang sementara musim ini. Namun, catatan sebelumnya menunjukkan hasil yang belum memuaskan bagi tim dan pendukungnya.
Dalam tiga laga sebelumnya di Gresik, Persik Kediri belum berhasil meraih kemenangan. Mereka kalah 1-2 dari Madura United, serta bermain imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya dan 2-2 saat menghadapi PSIM Jogja.
Situasi ini membuat pertandingan melawan Arema FC bukan hanya soal persaingan Derbi Jawa Timur, tetapi juga momentum bagi Persik untuk mematahkan tren negatif di Gresik. Tambahan tiga poin menjadi sangat penting untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen akhir musim.
Bagi suporter, laga ini juga menghadirkan tantangan tersendiri karena harus menempuh jarak lebih jauh untuk memberikan dukungan langsung, sekaligus berharap tim kesayangannya mampu tampil lebih solid di luar kandang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































