Catcrs Perkuat Pasar Aset Digital Lewat Mitra Institusional

8 hours ago 4

Harianjogja.com, JAKARTA — Platform perdagangan aset digital Catcrs mengumumkan langkah strategis dengan menggandeng sejumlah market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas di berbagai pasangan trading utama.

Kebijakan ini disebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem perdagangan aset digital yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan, terutama bagi investor ritel maupun institusi.

Chief Operating Officer Catcrs Block Holding, Farid Hakim, mengatakan sebagian mitra bahkan sudah mulai aktif dalam sistem transaksi langsung (live trading) dan memberikan dampak terhadap kualitas pasar di platform.

“Gelombang pertama mitra market maker dan broker institusional telah resmi terhubung ke platform untuk menyediakan dukungan likuiditas yang lebih stabil bagi pasangan-pasangan trading utama,” ujar Farid dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Dorong Pasar Lebih Dalam dan Stabil

Menurut Farid, para mitra tersebut secara aktif menempatkan order beli dan jual pada berbagai pasangan aset utama. Hal ini berdampak pada peningkatan kedalaman order book sekaligus menjaga kontinuitas harga di pasar.

Ia menambahkan, Catcrs juga melakukan optimalisasi sistem untuk menangani transaksi bernilai besar agar tidak mengganggu struktur pasar secara keseluruhan.

“Setelah informasi kerja sama dipublikasikan, spread dan slippage pada beberapa pair trading sudah menunjukkan perbaikan yang cukup jelas,” katanya.

Fokus pada Likuiditas dan Manajemen Risiko

Farid menegaskan bahwa likuiditas pasar tidak bisa dibangun hanya melalui promosi, melainkan harus didukung oleh keterlibatan institusi yang memiliki komitmen jangka panjang.

Menurutnya, keberadaan market maker membantu menciptakan kondisi pasar yang lebih mendekati mekanisme permintaan dan penawaran yang sesungguhnya, sehingga harga lebih stabil dan terukur.

Di sisi lain, Catcrs tetap menerapkan standar ketat dalam memilih mitra. Aspek kepatuhan (compliance) dan manajemen risiko menjadi syarat utama kerja sama.

“Platform lebih memilih bekerja sama dengan jumlah mitra yang lebih sedikit, tetapi benar-benar bisa diandalkan dari sisi compliance dan pengelolaan risiko,” jelasnya.

Teknologi Perkuat Stabilitas Perdagangan

Integrasi dengan mitra institusional juga disebut menuntut penguatan sistem teknologi, khususnya pada mesin pencocokan order (matching engine) dan sistem manajemen risiko internal.

Meski tidak selalu terlihat oleh pengguna, pembaruan ini diklaim penting untuk menciptakan pasar yang lebih stabil dan konsisten.

Farid menyebut, dampak kerja sama ini akan dirasakan secara bertahap oleh pengguna.

“Harga tidak lagi mudah terdorong naik atau turun hanya oleh order kecil. Transaksi besar pun tidak terlalu mengganggu tampilan pasar,” ujarnya.

Dampak ke Investor Ritel

Dengan order book yang lebih dalam, volatilitas ekstrem dinilai dapat ditekan sehingga aktivitas jual beli menjadi lebih terprediksi. Namun, Farid menegaskan bahwa risiko investasi tetap ada dan tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

Menurutnya, tujuan utama penguatan likuiditas ini adalah menciptakan pengalaman trading yang lebih stabil dan mengurangi tekanan psikologis investor saat pasar bergerak cepat.

“Bagi pengguna yang sudah lama memakai Catcrs, ini mungkin perubahan yang berjalan pelan, tetapi dampaknya nyata,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |