Bulog Jogja Pastikan Stok Melimpah, Harga Beras dan Minyak Tetap Stabi

6 hours ago 3

Bulog Jogja Pastikan Stok Melimpah, Harga Beras dan Minyak Tetap Stabi

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, didampingi Manager Pengadaan Meitha bersama Satgas Pangan Polda DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DIY, serta petugas pencatat harga pasar melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo sebagai upaya pengawasan dan pengendalian harga pangan, pada Minggu (7/6/2026]. ANTARA/HO-Perum Bulog Kanwil Yogyakarta

Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempercepat berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras dan minyak goreng. Upaya ini dilakukan melalui percepatan penyaluran bantuan pangan serta distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pemimpin Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengatakan selain beras, pihaknya juga menggencarkan distribusi Minyakita guna memastikan harga tetap terjangkau di tengah dinamika pasar.

Langkah konkret tersebut diperkuat dengan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional di Jogja, seperti Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo. Kegiatan ini melibatkan Satgas Pangan Polda DIY, dinas terkait, serta petugas pemantau harga.

“Hasil pemantauan menunjukkan harga beras masih stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp13.500 per kilogram untuk beras medium,” ujar Dedi, Minggu (7/6/2026)

Tak hanya itu, ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer juga terpantau aman dengan harga yang masih sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Dari sisi pasokan, Bulog memastikan kondisi stok dalam posisi sangat kuat. Hingga awal Juni 2026, total cadangan beras yang dikelola Bulog Kanwil Yogyakarta mencapai sekitar 244 ribu ton. Jumlah ini dinilai lebih dari cukup untuk mendukung berbagai program intervensi pemerintah.

“Stok ini sangat memadai untuk kebutuhan bantuan pangan, SPHP, hingga stabilisasi harga di wilayah DIY dan sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, realisasi penyaluran bantuan pangan hingga 7 Juni 2026 telah mencapai sekitar 83 persen dari target nasional. Bulog menargetkan seluruh distribusi rampung pada akhir Juni agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.

Percepatan ini dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat sekaligus meredam potensi kenaikan harga beras di tingkat konsumen, terutama bagi kelompok rentan.

Selain bantuan pangan, distribusi beras SPHP terus diperluas melalui berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), kios pangan, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).

Distribusi Minyakita juga digencarkan melalui jalur yang sama, termasuk pasar yang masuk dalam sistem pemantauan harga pemerintah.

Bulog menegaskan bahwa beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen utama dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar. Oleh karena itu, distribusinya terus dipercepat agar manfaatnya merata.

Dengan dukungan stok yang melimpah dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan maupun potensi gejolak harga.

Bulog juga memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan siap digunakan kapan saja untuk mendukung kebijakan stabilisasi nasional.

“Kami terus bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Dedi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |