Jumali Rabu, 19 Agustus 2026 13:57 WIB

Pasangan Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran/Instagram: Badminton.ina
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan ganda campuran Indonesia di BWF World Championships 2026 harus kehilangan satu wakilnya. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran gagal melangkah ke babak 16 besar setelah takluk dari pasangan Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, pada Rabu (19/8/2026).
Bertarung di lapangan, Bimo/Arlya harus mengakui keunggulan lawan dalam dua gim langsung dengan skor akhir 13-21 dan 16-21. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri mimpi pasangan Indonesia untuk melaju lebih jauh di kejuaraan dunia bulu tangkis yang bergengsi ini.
Jalannya Pertandingan: Keunggulan Awal yang Lenyap
Sejak gim pertama dimulai, Bimo/Arlya berupaya keras menampilkan performa terbaiknya. Mereka bahkan sempat menunjukkan dominasi dan memimpin perolehan angka dengan kedudukan 5-3 atas lawan. Namun, pasangan Jepang perlahan mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga balik mengungguli Bimo/Arlya dengan skor 14-8.
Tekanan yang konsisten dari lawan membuat Bimo/Arlya akhirnya harus merelakan gim pertama. Mereka harus mengakui ketangguhan Yuichi/Sayaka dengan catatan poin akhir 13-21.
Perlawanan di Gim Kedua: Hingga Poin-Poin Krusial
Memasuki gim kedua, Bimo/Arlya mencoba bangkit dengan menampilkan daya juang tinggi guna memaksakan rubber game. Kendati demikian, kubu Yuichi/Sayaka tetap menunjukkan pertahanan yang cukup solid.
Pertarungan sengit pun tersaji di atas lapangan, di mana kedua pasangan sempat saling kejar-kejaran angka dan mencatatkan kedudukan imbang beberapa kali pada skor 4-4, 11-11, hingga 15-15.
Namun, pasangan Jepang tampil lebih tenang di poin-poin krusial. Yuichi/Sayaka akhirnya berhasil menyudahi perlawanan Bimo/Arlya dengan skor 21-16 sekaligus menutup peluang wakil Indonesia melangkah lebih jauh.
Evaluasi untuk Ganda Campuran Indonesia
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi sektor ganda campuran Indonesia. Bimo/Arlya sebenarnya telah menunjukkan semangat juang yang tinggi, terutama pada gim kedua ketika mereka mampu menahan imbang lawan hingga skor 15-15. Namun, pengalaman dan ketenangan lawan di momen-momen krusial menjadi faktor penentu kekalahan.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 masih berlangsung, dan harapan Indonesia kini tertumpu pada wakil-wakil lain yang masih bertahan di turnamen. Semoga pencapaian ini menjadi pelajaran berharga bagi Bimo/Arlya untuk tampil lebih baik di ajang-ajang berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)

