BEDAH BUKU: Keluarga Jadi Sumber Kekuatan Hadapi Perubahan Zaman

3 hours ago 3

 Keluarga Jadi Sumber Kekuatan Hadapi  Perubahan Zaman

Dari kanan ke kiri, Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY Muhammad Hadi Pranoto, Sekretaris Komisi D DPRD DIY Muhammad Syafi'i, penulis buku Taat Setyabudi, dan praktisi pembedah buku Wahyu Tusi Wardhani mengikuti bedah buku Homepower: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup di Joglo Mavista, Bausasran, Danurejan, Jumat (12/6/2026)

JOGJA—Bedah buku Homepower: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup di Joglo Mavista, Bausasran, Danurejan, Kamis (12/6), mengangkat pentingnya keluarga sebagai ruang yang aman, hangat, dan mampu menjadi sumber kekuatan bagi setiap anggotanya di tengah perubahan zaman.

Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan DPRD DIY itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi masyarakat melalui diskusi buku yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Penulis buku Homepower: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup, Taat Setyabudi, menjelaskan bahwa istilah home dalam bukunya tidak dimaknai sebagai bangunan fisik semata.

"Tapi kalau kita ngomongin home, maka yang harus muncul adalah kehangatan, saya coba digambarkan di beberapa opsi yang muncul di buku," ujarnya.

Menurut Taat, tantangan yang dihadapi keluarga terus berubah dari generasi ke generasi. Karena itu, keluarga tidak cukup hanya bertahan menghadapi persoalan, tetapi juga harus mampu bertumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Masalah orang tua zaman tahun 80-an sama zaman sekarang beda-beda," lanjutnya.

Praktisi sekaligus pembedah buku, Wahyu Tusi Wardhani, menilai buku tersebut menghadirkan gagasan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Melalui bahasa yang ringan, pembaca diajak memahami pentingnya membangun keluarga yang sehat sebagai investasi jangka panjang.

Ia mengatakan buku tersebut relevan bagi pasangan muda, orang tua, pendidik, hingga aktivis keluarga karena mendorong refleksi mengenai peran keluarga dalam membentuk kualitas kehidupan.

"Menekankan pentingnya pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang," ujarnya.

Wahyu menjelaskan istilah home power merupakan gabungan dari kata home yang berarti rumah atau keluarga dan power yang berarti kekuatan. Konsep tersebut merujuk pada kekuatan internal yang dimiliki keluarga untuk menjadi tempat yang aman, suportif, dan mendorong tumbuh kembang setiap anggotanya.

"Jadi home power dapat kita kembangkan sebagai kekuatan internal yang dimiliki keluarga untuk menjadi tempat yang aman, suportif, penuh daya tumbuh bagi seluruh anggota, menjadi pusat energi positif bagi masyarakat sekitarnya," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY Muhammad Hadi Pranoto mengatakan kegiatan bedah buku juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali budaya membaca yang dinilai mulai tergerus perkembangan teknologi digital.

"Kami didukung oleh DPRD DIY, berupaya meningkatkan minat baca. Kembali lagi sesekali kalau bisa sebelum tidur misalkan, ditaruh HP-nya kemudian membaca buku sampai ngantuk," paparnya.

Sekretaris Komisi D DPRD DIY Muhammad Syafi'i menilai budaya membaca perlu terus dipelihara dan ditularkan kepada generasi berikutnya karena menjadi salah satu kekuatan masyarakat DIY.

"Tidak hanya berhenti hari ini setelah acara ditutup, tapi betul-betul menjadi sebuah kebiasaan kita. Harapannya juga bisa kita tularkan," katanya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |