Banjir Agam Mulai Surut usai 450 Warga Mengungsi

15 hours ago 2

Banjir Agam Mulai Surut usai 450 Warga Mengungsi

Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, AGAM—Banjir yang melanda di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyebabkan sedikitnya 450 warga mengungsi dan 60 orang sempat terjebak derasnya aliran air. Meski banjir mulai surut, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan apabila curah hujan kembali meningkat.

Sebagian pengungsi kini mulai kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi banjir berangsur membaik. Namun, dampak luapan Sungai Batang Tumayo masih menjadi perhatian mengingat kawasan tersebut kerap dilanda banjir pasca-banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan sebanyak 450 warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman dari banjir.

"450 warga itu mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir," kata Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Minggu (19/7).

Selain menyebabkan ratusan warga mengungsi, banjir juga sempat membuat 20 kepala keluarga (KK) atau 60 jiwa terjebak akibat derasnya aliran air yang menggenangi kawasan permukiman warga.

Abdul Ghafur mengatakan sebagian korban berhasil melakukan evakuasi secara mandiri, sedangkan sisanya dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), Polri, TNI, dan sejumlah unsur terkait lainnya.

"Korban sudah evakuasi mandiri dan ada sebagian dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI dan lainnya," ujarnya.

Banjir juga terjadi di Jorong Labuah yang masih berada di wilayah Nagari Sungai Batang. Sedikitnya 250 warga di lokasi tersebut terpaksa mengungsi setelah 20 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di Kabupaten Agam sejak Sabtu (18/7) sore hingga malam menjadi pemicu utama terjadinya banjir. Kondisi tersebut menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap dan menggenangi rumah-rumah warga yang berada di sekitar aliran sungai.

Menurut Abdul Ghafur, banjir yang terjadi kali ini bukan merupakan kejadian pertama di kawasan tersebut. Luapan sungai tercatat beberapa kali terjadi sejak banjir bandang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.

"Ini merupakan banjir yang sering terjadi, karena sungai mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025," katanya.

Pendangkalan alur sungai membuat kapasitas tampung air berkurang sehingga meningkatkan risiko luapan saat curah hujan tinggi terjadi dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini menjadi perhatian penting mengingat kawasan di Nagari Sungai Batang merupakan salah satu wilayah yang rawan terdampak banjir ketika debit air meningkat.

BPBD Kabupaten Agam memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seiring air yang mulai surut, sebagian warga juga telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal mereka.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan segera mengungsi apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut. Kewaspadaan dini dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko korban apabila terjadi banjir susulan di Kabupaten Agam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |