Abdul El-Sayed Berpeluang Jadi Senator Muslim Pertama AS, Trump Kesal

4 hours ago 7

Abdul El-Sayed Berpeluang Jadi Senator Muslim Pertama AS, Trump Kesal

Abdul El-Sayed, politikus muslim dari Partai Demokrat AS./Facebook-Abdul El-Sayed\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Abdul El-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat dari negara bagian Michigan. Hasil tersebut membuka peluang bagi politikus keturunan Mesir itu menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat apabila berhasil memenangi pemilu pada November 2026.

Kemenangan El-Sayed juga langsung memicu respons dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di sisi lain, hasil pemilihan itu dinilai menjadi pukulan bagi kelompok lobi pro-Israel yang menggelontorkan dana besar untuk mendukung lawannya.

Unggul Tipis atas Haley Stevens

Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Kamis (6/8/2026), Abdul El-Sayed dipastikan unggul tipis atas anggota DPR Amerika Serikat Haley Stevens setelah hampir seluruh suara selesai dihitung.

Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan bagi kelompok lobi pro-Israel yang menghabiskan lebih dari US$60 juta dalam kontestasi tersebut. Dari jumlah itu, lebih dari US$30 juta berasal dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) untuk mendukung Haley Stevens.

Selanjutnya, El-Sayed akan menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam pemilu Senat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Kursi Michigan Dinilai Krusial

Persaingan memperebutkan kursi Senat dari negara bagian Michigan dipandang sebagai salah satu pertarungan paling ketat pada pemilu tahun ini.

Hasil pemilu tersebut dinilai dapat memengaruhi komposisi mayoritas di Senat Amerika Serikat selama sisa masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Apabila berhasil mengalahkan Mike Rogers pada pemilu November mendatang, Abdul El-Sayed akan mencatat sejarah sebagai senator Muslim pertama di Amerika Serikat.

Kampanye Angkat Isu Gaza dan Kebijakan Domestik

Selama masa kampanye, El-Sayed dikenal sebagai politikus progresif yang mengecam tindakan Israel di Gaza sebagai genosida.

Ia juga mendorong agar anggaran yang selama ini digunakan untuk mendukung konflik yang menguntungkan Israel dialihkan untuk membiayai layanan kesehatan, perumahan, dan pembangunan infrastruktur di Amerika Serikat.

Trump Tuding El-Sayed Membenci Israel

Kemenangan Abdul El-Sayed memicu reaksi keras dari Presiden Donald Trump.

Dalam pernyataannya, Trump menuding kandidat Partai Demokrat tersebut memiliki kebencian terhadap Israel maupun masyarakat Yahudi.

"Jajak pendapat kembali keliru. Mereka mengira semalam akan menjadi kemenangan telak bagi seseorang yang membenci orang Yahudi dan membenci Israel. Orang ini membenci orang Yahudi," kata Trump.

Trump juga menanggapi pernyataan El-Sayed yang belakangan menyebut dirinya mencintai semua orang.

"Dia sekarang berkeliling mengatakan bahwa dirinya mencintai semua orang. Itu tidak benar. Dia tidak mencintai semua orang. Dia tidak mencintai Israel dan tidak mencintai masyarakat Yahudi," ujar Trump.

Trump kembali menegaskan tuduhannya terhadap El-Sayed.

"Dia membenci mereka. Kebencian itu begitu besar di dalam hatinya dan tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubahnya," kata Trump.

Arab American Institute: Pemilih Tak Terpengaruh Iklan Negatif

Sementara itu, Direktur Eksekutif Arab American Institute, Maya Berry, menilai kemenangan Abdul El-Sayed menunjukkan bahwa pemilih di Michigan tidak terpengaruh oleh gelombang iklan kampanye negatif.

Menurut Berry, sebagian besar iklan tersebut lebih banyak menyerang identitas El-Sayed sebagai warga Arab Amerika dan Muslim dibanding membahas kebijakan yang diusungnya.

"Pemilih tidak mempercayai serangan iklan tersebut. Saya senang karena kini seluruh Amerika dapat melihat bahwa warga Michigan tidak menerima politik semacam itu," ujar Berry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |