12 Tim Esport Berebut Gelar Juara FFNS 2026 Fall di GSP UGM

10 hours ago 4

12 Tim Esport Berebut Gelar Juara FFNS 2026 Fall di GSP UGM

Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 12 tim esports terbaik Indonesia bertarung pada Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall yang digelar di Grha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogja, Minggu (12/7/2026). Selain memperebutkan gelar juara nasional, para peserta juga bersaing untuk mengamankan satu tiket menuju Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall.

Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian Pesta 9 Free Fire, perayaan ulang tahun kesembilan gim Free Fire yang dikemas dalam konsep festival rakyat dan terbuka secara gratis bagi komunitas, penggemar, maupun masyarakat umum.

Selain tiket ke ajang regional Asia Tenggara, tim juara Grand Finals FFNS 2026 Fall juga berhak membawa pulang porsi terbesar dari total hadiah senilai Rp850 juta.

Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus, mengatakan penyelenggaraan Grand Finals FFNS di Yogyakarta menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun Free Fire.

“Untuk pertama kalinya, Garena membawa Grand Finals FFNS ke Jogja. Hari ini, Free Fire tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan para pemain, komunitas, dan talenta lokal Jogja yang membuat ekosistem ini terus hidup selama sembilan tahun,” ujar Christiandy Franciscus.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan turnamen di Jogja melanjutkan komitmen Garena menghadirkan kompetisi esports Free Fire lebih dekat dengan komunitas di berbagai daerah. Jogja menjadi kota keenam yang menjadi tuan rumah turnamen nasional Free Fire setelah Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dan Palembang.

12 Tim yang Bertanding

Grand Finals FFNS 2026 Fall mempertemukan sembilan tim yang lolos dari babak Play-Ins dan tiga tim terbaik dari FFNS 2026 Spring.

Dua belas tim yang berlaga di Grand Finals FFNS 2026 Fall merupakan gabungan dari sembilan tim hasil babak Play-Ins dan tiga tim peraih podium FFNS 2026 Spring. Dua belas tim terbaik yang bertanding hari ini di Yogyakarta adalah XOXO Pride (Klaten), Strenght GRT (Palu), Jiggle (Jambi), MBR Omega (Jakarta), Kagendra (Depok), Borneo Hilang Arah (Banjar Baru), Gokil Jo Noh (Manado), Elang Esport (Bangka), Petigade (Garut), Shadow Esports (Jakarta), Dewa United Horus (Jakarta), dan Pandora Esports (Makassar).

Talenta Lokal

Grand Finals FFNS 2026 Fall juga menghadirkan cerita dari talenta lokal lokal, yakni Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia atau AHNAFEIEI. Ia memperkuat tim Borneo Hilang Arah dan berhasil menembus panggung Grand Finals nasional.

Ahnaf mengaku awalnya bermain Free Fire menggunakan telepon seluler milik orang tuanya. Meski sempat mendapat larangan, dukungan mulai diberikan setelah orang tuanya mengetahui bahwa Free Fire merupakan bagian dari esports dan mampu memberikan prestasi.

"Saya bermain di esport ini awalnya main dari HP orangtua, awalnya orangtua melarang, tetapi setelah memahami bahwa gim ini merupakan bagian dari esport dan kebetulan saya mendapatkan juara dan ada hadianya, sehingga perlahan orangtua memberikan izin untuk bermain," kata siswa SMP IT Masjid Syuhada Jogja ini.

Di luar dunia esports, Ahnaf juga mampu mempertahankan prestasi akademiknya dengan konsisten berada di peringkat 10 besar di sekolah.

Pesta 9 Free Fire Hadirkan Festival Rakyat

Selain pertandingan Grand Finals, Garena juga menghadirkan berbagai aktivitas dalam rangkaian Pesta 9 Free Fire. Sejak 3 Juli, pengunjung dapat menikmati instalasi Kabin Pesawat Free Fire di Teras Malioboro yang menghadirkan arena mabar, AI Scan Player Card, hingga photobox.

Puncak acara berlangsung di Lapangan Pancasila GSP UGM dengan konsep festival rakyat dan pasar malam yang menghadirkan bianglala, bull riding, area cosplay, kuliner khas Yogyakarta, serta hiburan musik dari Orkes Pensil Alis dan Ndarboy Genk.

“Melalui Pesta 9 Free Fire, kami ingin membawa pengalaman Free Fire ke luar game dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dari Teras Malioboro hingga Lapangan Pancasila GSP UGM, pengunjung bisa merasakan Free Fire sebagai ruang berkumpul: ada komunitas, musik, kuliner, festival rakyat, dan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati bersama,” tambah Christiandy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |