Wisata Jogja Masih Menumpuk di Malioboro, Dorong ke Kampung Wisata

3 hours ago 3

Wisata Jogja Masih Menumpuk di Malioboro, Dorong ke Kampung Wisata

Wisatawan memadati kawasan Jalan Malioboro, Jogja. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi

Harianjogja.com, JOGJA—Pergerakan wisatawan selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih pada 14–16 Mei 2026 di Kota Jogja tercatat meningkat cukup signifikan. Meski demikian, mayoritas wisatawan masih terkonsentrasi di kawasan Malioboro, sehingga Pemerintah Kota Jogja mulai mendorong pemerataan kunjungan ke kampung wisata melalui Program Bule Mengajar.

Dinas Pariwisata Kota Jogja mencatat jumlah wisatawan nusantara yang bergerak selama periode long weekend mencapai 115.802 orang. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 3.009 orang.

Kunjungan Wisatawan Masih Terpusat di Malioboro

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan pola kunjungan wisatawan di Kota Jogja hingga kini masih terfokus di kawasan Sumbu Filosofi dan Malioboro.

“Pergerakan wisatawan di wilayah Kota Jogja masih terpusat di kawasan Sumbu Filosofi, kawasan Malioboro,” katanya, Minggu (17/5/2026).

Menurut Daning, Pemkot Jogja ingin mendorong wisatawan agar tidak hanya berkunjung ke pusat kota, tetapi juga mengeksplorasi kampung wisata yang memiliki potensi budaya, sejarah, hingga pengalaman khas berbasis masyarakat.

Program Bule Mengajar Dipilotkan di Kotagede

Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui Program Bule Mengajar yang saat ini dipilotkan di kawasan Kotagede. Program tersebut diproyeksikan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisata, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan mancanegara di Kota Jogja.

Daning menjelaskan Program Bule Mengajar dikembangkan sebagai strategi pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan kampung wisata. Ke depan, program tersebut direncanakan diperluas ke 40 kampung wisata di Kota Jogja.

“Program ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas. Pilot project di Kotagede ini nantinya akan dikembangkan ke kampung-kampung wisata lainnya di Kota Jogja,” ujarnya.

Wisata Berbasis Pengalaman Jadi Andalan

Menurutnya, konsep wisata berbasis pengalaman yang melibatkan wisatawan secara langsung dalam aktivitas masyarakat dapat menjadi daya tarik baru sekaligus memperkuat identitas kampung wisata di Kota Jogja.

“Kami ingin seluruh kampung wisata memiliki ciri khas dan pengalaman unik yang bisa dirasakan wisatawan. Jadi dampaknya tidak hanya pada kunjungan wisata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat di kampung,” katanya.

Sejumlah destinasi wisata dan budaya di Kotagede yang terintegrasi dalam Program Bule Mengajar di antaranya kawasan Between Two Gates Purbayan, Masjid Gede Mataram Kotagede, kompleks Makam Raja-Raja Mataram, sentra kerajinan perak, Pasar Legi, hingga wisata kuliner tradisional seperti Kipo dan Kembang Waru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |