
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengikuti Gowes FBE UII 2026 sejauh 23 km sambil bernostalgia di almamaternya. /Istimewa-UII.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kunjungan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, ke kampus almamaternya di Sleman menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam gelaran Gowes FBE UII 2026, Sabtu (20/6/2026). Alumni Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) itu tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga ikut mengayuh sepeda bersama ratusan peserta menempuh rute sepanjang 23 kilometer.
Kehadiran kepala daerah yang akrab disapa Aaf tersebut menghadirkan nuansa nostalgia tersendiri. Di tengah kesibukannya memimpin Kota Pekalongan, ia kembali ke lingkungan kampus yang pernah menjadi bagian penting perjalanan hidupnya, sekaligus bertemu sivitas akademika, alumni, dan masyarakat yang mengikuti agenda tahunan tersebut.
Aaf bergabung dengan sekitar 360 peserta yang memadati area kampus FBE UII sejak pagi hari. Bersama para goweser lainnya, ia menyusuri jalur yang membentang melewati kawasan pedesaan, hamparan sawah, tepian Selokan Mataram, hingga sejumlah situs cagar budaya yang menjadi ikon Kabupaten Sleman.
Rute Gowes FBE UII 2026 kali ini melintasi beberapa destinasi bersejarah, di antaranya Candi Sambisari, Candi Sari, dan Candi Kedulan. Jalur tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan aktivitas olahraga dengan pengalaman menikmati kekayaan budaya dan lanskap alam Sleman.
Selain Wali Kota Pekalongan, kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat tersebut juga dihadiri Rektor UII Profesor Hari Purnomo dan Kepala LLDikti Wilayah V Profesor Setyabudi Indartono.
Dekan FBE UII, Profesor Johan Arifin menyampaikan bahwa kegiatan gowes ini dirancang tidak hanya sebagai sarana menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antara kampus, alumni, dan masyarakat.
Menurut Johan, kehadiran para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang, termasuk kepala daerah, menjadi inspirasi bagi mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring yang telah terbangun selama ini.
"Kami sengaja berkumpul sejak pagi untuk memupuk keceriaan, menjaga kebugaran fisik, sekaligus menguatkan ikatan kekeluargaan. Harapannya sinergi yang harmonis ini terus terjaga ke depannya," kata Johan sebelum pelepasan peserta sebagaimana dalam rilis UII.
Prosesi pelepasan dilakukan oleh Ketua Panitia Arif Fajar Wibisono. Setelah menuntaskan rute sejauh 23 kilometer, para peserta kembali ke kampus dan disambut beragam kuliner tradisional seperti soto, bakso, jenang, serta es dawet.
Dari Aktivis Kampus Menjadi Kepala Daerah
Momen nostalgia semakin terasa ketika Aaf naik ke panggung dan berbagi cerita mengenai masa-masa kuliahnya di UII. Alumni angkatan 1998 tersebut mengenang periode reformasi yang membentuk pengalaman hidupnya sebagai mahasiswa.
Ia mengaku pernah aktif mengikuti berbagai aksi demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting yang membentuk cara pandangnya terhadap kepemimpinan dan pelayanan publik saat ini.
"Saat masih mengenakan jaket almamater dulu, saya adalah orang yang ikut turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Namun, sekarang kondisinya terbalik, justru saya yang kerap didatangi dan didemo masyarakat," kelakarnya, yang langsung disambut tawa riuh para peserta gowes.
Bagi Aaf, perubahan peran tersebut menunjukkan bahwa setiap fase kehidupan membawa tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan membangun kapasitas diri dan melatih jiwa kepemimpinan.
Kesuksesan Tidak Hanya Diukur dari IPK
Dalam sesi motivasi yang disampaikan kepada mahasiswa dan peserta gowes, Aaf menekankan bahwa prestasi akademik bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan seseorang setelah memasuki dunia kerja.
Menurutnya, kemampuan membangun relasi, keterampilan berkomunikasi, integritas, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi justru menjadi modal penting yang sangat dibutuhkan dalam berbagai profesi.
Ia juga mengungkapkan bahwa keluarganya memiliki kedekatan yang cukup panjang dengan Universitas Islam Indonesia. Ikatan tersebut membuat dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga nama baik almamater melalui kinerja dan kebijakan yang dijalankannya sebagai pejabat publik.
"Saya sadar betul bahwa identitas saya sebagai alumni UII akan selalu melekat. Oleh sebab itu, saya berkomitmen penuh untuk menjaga amanah rakyat ini dengan rekam jejak yang bersih hingga masa jabatan saya berakhir pada 2029 mendatang," tegasnya.
Keseruan Gowes FBE UII 2026 berlanjut hingga akhir acara melalui pengundian 144 unit doorprize. Berbagai hadiah disiapkan panitia, mulai dari sepeda, televisi, lemari es, mesin cuci, hingga smartphone, yang membuat antusiasme peserta tetap terjaga hingga rangkaian kegiatan berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































