Era Baru MotoGP Dimulai, Marquez Sebut 3 Pembalap yang Patut Diawasi

53 minutes ago 1

Jumali

Jumali Senin, 17 Agustus 2026 12:47 WIB

Era Baru MotoGP Dimulai, Marquez Sebut 3 Pembalap yang Patut Diawasi

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.

Harianjogja.com, JOGJA—Perubahan besar yang akan diterapkan pada MotoGP 2027 dipastikan mengubah wajah persaingan di lintasan. Selain hadirnya regulasi baru dengan mesin 850 cc dan penggunaan ban Pirelli, perpindahan sejumlah pembalap papan atas ke tim baru menjadi perhatian utama. Juara bertahan Marc Marquez pun mengungkap tiga transfer yang paling menarik menurutnya, yakni Pedro Acosta, Fabio Quartararo, dan Francesco Bagnaia.

MotoGP 2027 Hadirkan Revolusi Besar

MotoGP akan memasuki babak baru mulai musim 2027. Regulasi teknis yang berubah secara menyeluruh membuat seluruh tim harus beradaptasi dari nol. Mesin berkapasitas 850 cc menggantikan spesifikasi sebelumnya, sementara penggunaan ban Pirelli diperkirakan akan memengaruhi karakter motor dan gaya balap para pembalap.

Di tengah perubahan tersebut, bursa transfer pembalap menghadirkan kejutan besar. Dari 10 kursi tim pabrikan, hanya dua nama yang tetap bertahan bersama timnya saat ini, yakni Marc Marquez di Ducati dan Marco Bezzecchi di Aprilia.

Situasi itu membuat persaingan musim depan sulit diprediksi karena hampir seluruh tim akan memulai proyek baru dengan susunan pembalap berbeda.

Pedro Acosta Dinilai Punya Potensi Besar di Ducati

Nama pertama yang menjadi perhatian Marquez adalah Pedro Acosta. Pembalap muda Spanyol itu akan mendapatkan kesempatan besar bersama Ducati setelah meninggalkan KTM.

Menurut Marquez, Acosta merupakan salah satu talenta terbaik yang saat ini dimiliki MotoGP. Dengan dukungan motor yang terbukti kompetitif, Acosta diyakini memiliki peluang besar untuk langsung tampil sebagai penantang gelar juara dunia.

"Pedro akan menjadi salah satu talenta paling menarik yang pindah ke motor juara," ujar Marc Marquez.

Marquez menilai kecepatan alami yang dimiliki Acosta dapat berkembang lebih jauh apabila dipadukan dengan performa motor Ducati yang selama beberapa musim terakhir mendominasi kejuaraan.

Fabio Quartararo Jadi Harapan Baru Honda

Perhatian berikutnya tertuju kepada Fabio Quartararo. Mantan juara dunia MotoGP itu memilih bergabung dengan Honda untuk menghadapi era regulasi baru.

Bagi Marquez, perpindahan Quartararo menjadi salah satu cerita yang paling menarik karena Honda tengah berupaya bangkit setelah beberapa musim mengalami kesulitan bersaing di barisan depan.

"Menarik untuk melihat bagaimana performa Fabio bersama Honda, dan bagaimana Honda mengembangkan motor barunya. Jika Fabio mendapatkan motor yang kompetitif, dia akan melaju cepat," kata Marquez.

Kemampuan Quartararo dalam memaksimalkan performa motor dinilai bisa menjadi faktor penting dalam proses kebangkitan Honda di MotoGP.

Bagnaia dan Aprilia Siap Menantang Ducati

Transfer lain yang tidak kalah menarik adalah kepindahan Francesco Bagnaia ke Aprilia. Juara dunia asal Italia itu meninggalkan Ducati dan bergabung dengan tim yang saat ini menjadi salah satu kekuatan utama di MotoGP.

Marquez memberikan penilaian tinggi terhadap mantan rival sekaligus rekan setimnya tersebut.

"Dan kemudian Bagnaia di Aprilia; dia adalah pembalap yang sangat hebat," ujar Marquez.

Kehadiran Bagnaia diperkirakan akan membuat Aprilia semakin kuat dalam perebutan gelar juara. Duel antara Bagnaia dan Marquez berpotensi menjadi salah satu rivalitas terbesar pada musim pertama era baru MotoGP.

Ban Pirelli Bisa Jadi Faktor Penentu

Menariknya, Marquez menilai perubahan ban dari Michelin ke Pirelli juga sama pentingnya dengan perpindahan pembalap.

Menurut dia, karakter ban baru dapat mengubah keseimbangan kekuatan seluruh tim dan pembalap. Adaptasi terhadap ban Pirelli akan menjadi salah satu kunci sukses pada musim 2027.

"Apakah kita bicara soal pembalap? Karena menurut saya, ban-lah yang paling menarik," ucap Marquez.

Dengan kombinasi regulasi baru, pergantian pemasok ban, dan gelombang transfer besar-besaran, MotoGP 2027 diprediksi menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam sejarah kejuaraan balap motor dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |