Newswire Senin, 17 Agustus 2026 09:57 WIB

Foto ilustrasi: Gunung Anak Krakatau semburkan abu vulkanik. /Antarafoto
Harianjogja.com, LAMPUNG SELATAN—Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya delapan kali letusan dalam satu hari pengamatan. Selain kolom erupsi yang mencapai ratusan meter di atas puncak kawah, petugas juga mengamati semburan lava pijar dari gunung api yang hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung intens selama periode pengamatan Minggu (16/8) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
Laporan tersebut disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Muhammad Dika Nurzaman, dalam laporan resmi yang diterbitkan di Jakarta, Senin.
Berdasarkan hasil pemantauan, selama satu hari penuh tercatat delapan kali letusan yang disertai keluarnya material vulkanik dari kawah aktif.
"Teramati delapan kali letusan dengan tinggi 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah, dimana warna asap teramati kelabu dan hitam. Selain letusan, juga teramati adanya semburan lava pijar," kata dia.
Asap Kawah Membubung hingga 300 Meter
Selain mencatat aktivitas erupsi, petugas pengamatan juga melakukan pemantauan visual terhadap kondisi gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut.
Muhammad Dika Nurzaman menjelaskan bahwa selama periode pengamatan, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas meski pada waktu tertentu tertutup kabut.
Dari kawah aktif, teramati asap berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas yang bervariasi mulai tipis, sedang, sampai tebal.
Kolom asap tersebut tercatat membubung dengan ketinggian antara 10 meter hingga 300 meter di atas puncak gunung.
Perubahan warna dan intensitas asap menjadi salah satu parameter yang terus dipantau untuk melihat dinamika aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.
Puluhan Gempa Vulkanik Terekam Instrumen Pemantauan
Tidak hanya aktivitas visual, instrumen pemantauan kegempaan milik PVMBG juga merekam berbagai jenis gempa vulkanik yang terjadi di Gunung Anak Krakatau.
Data pengamatan menunjukkan terdapat delapan kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar 43 hingga 60 milimeter dan durasi antara 34 sampai 59 detik.
Selain itu, terekam pula 46 kali gempa hembusan yang menunjukkan masih aktifnya pelepasan energi dari tubuh gunung api.
PVMBG juga mencatat adanya 10 kali tremor harmonik serta 11 kali gempa hybrid atau fase banyak selama periode pengamatan tersebut.
Aktivitas seismik lainnya berupa tremor menerus atau microtremor turut terekam dengan amplitudo dominan sebesar 20 milimeter.
Data kegempaan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Status Siaga Masih Berlaku
Merespons aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, PVMBG Badan Geologi mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.
Status tersebut menunjukkan aktivitas gunung api masih berada di atas kondisi normal dan memerlukan kewaspadaan dari masyarakat maupun pihak terkait.
Karena itu, PVMBG kembali mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki agar tidak melakukan aktivitas di area yang berpotensi terdampak bahaya erupsi.
Masyarakat Diminta Tidak Mendekati Kawah Aktif
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan lontaran material vulkanik, masyarakat diminta mematuhi radius aman yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.
PVMBG Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Rekomendasi tersebut tetap diberlakukan selama status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas erupsi maupun lontaran material vulkanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

