Jumali Rabu, 01 Juli 2026 14:27 WIB

Berkendara sepeda motor / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Vietnam resmi memulai penerapan kebijakan pembatasan sepeda motor berbahan bakar bensin di kawasan pusat Hanoi sebagai bagian dari upaya menekan polusi udara. Kebijakan tersebut akan dijalankan secara bertahap hingga 2028 melalui pembentukan zona rendah emisi atau Low-Emission Zone (LEZ) di wilayah dalam Ring Road 1.
Vietnam News mengungkapkan, tahap awal penerapan dimulai pada 1 Juli hingga 31 Desember 2026 dengan fokus di Area 1 dan Area 2 Ward Hoan Kiem. Kawasan pejalan kaki di sekitar Danau Hoan Kiem serta area pasar malam menjadi lokasi pertama yang menerapkan pembatasan operasional sepeda motor berbahan bakar fosil.
Pada tahap awal tersebut, sepeda motor bensin tidak diperbolehkan beroperasi setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 19.00 hingga 24.00 waktu setempat di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rendah emisi.
Meski demikian, pemerintah Vietnam masih memberikan pengecualian bagi sejumlah layanan penting. Sepeda motor yang digunakan untuk transportasi daring dan layanan pengantaran barang belum dilarang beroperasi pada fase pertama, meskipun operator didorong untuk mulai mengurangi aktivitas kendaraan berbahan bakar fosil di kawasan tersebut.
Paultan menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperbaiki kualitas udara di Hanoi yang dalam beberapa tahun terakhir kerap masuk daftar kota dengan tingkat polusi tinggi di kawasan Asia.
Memasuki tahap kedua pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2027, cakupan LEZ akan diperluas hingga mencakup seluruh Ward Hoan Kiem dan Ward Cua Nam.
Pada fase ini, aturan menjadi lebih ketat karena kendaraan ride-hailing dan layanan pengantaran berbahan bakar fosil tidak lagi diperbolehkan beroperasi di dalam kawasan zona rendah emisi. Langkah tersebut diperkirakan akan berdampak langsung terhadap sektor transportasi perkotaan yang selama ini sangat bergantung pada sepeda motor.
Tahap berikutnya akan berlangsung mulai 2028 hingga akhir 2029. Seluruh wilayah di dalam Ring Road 1 akan ditetapkan sebagai zona rendah emisi secara penuh.
Dalam tahap tersebut, seluruh sepeda motor bensin yang digunakan untuk kepentingan komersial akan dilarang memasuki kawasan LEZ. Selain itu, sepeda motor pribadi yang tidak memenuhi standar emisi Level 3 atau lebih tinggi sesuai regulasi QCVN 99:2025/BNNMT juga tidak diperbolehkan memasuki area tersebut.
Pemerintah Vietnam juga menyiapkan berbagai program sosialisasi dan edukasi guna membantu masyarakat memahami perubahan aturan yang akan berlaku dalam beberapa tahun ke depan. Kampanye tersebut ditujukan kepada warga, pelaku usaha, hingga operator transportasi yang terdampak langsung oleh kebijakan baru tersebut.
Selain pembatasan operasional kendaraan, pemerintah mendorong pemilik sepeda motor lama untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan yang memiliki tingkat emisi tinggi.
Kendaraan yang diimpor sebelum 2008 maupun moped yang diproduksi sebelum 2016 menjadi kelompok yang mendapat perhatian khusus dalam program pengurangan emisi tersebut.
Bagi warga Hanoi, kebijakan ini menandai perubahan besar dalam pola mobilitas perkotaan. Sepeda motor selama puluhan tahun menjadi moda transportasi utama masyarakat, sehingga penerapan zona rendah emisi diperkirakan akan mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum, kendaraan listrik, maupun moda transportasi alternatif lainnya.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan Vietnam dalam mengurangi polusi udara di ibu kota. Dengan masa transisi yang berlangsung bertahap hingga beberapa tahun ke depan, pemerintah berharap masyarakat dan dunia usaha memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem transportasi yang sedang disiapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































