Kemhan Ungkap Status Kapal J7 Explorer yang Viral di Medsos

5 hours ago 3

Newswire

Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 21:47 WIB

Kemhan Ungkap Status Kapal J7 Explorer yang Viral di Medsos

Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kapal pesiar J7 Explorer yang menggunakan logo Kemhan bukan aset pemerintah. Kapal tersebut merupakan milik pihak swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung sejumlah kegiatan pemerintah di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal itu digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan Kemhan, terutama untuk menunjang pelaksanaan program pemerintah di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

"Kami jelaskan bahwa kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta yang dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa dan digunakan sebagai kapal pendukung kegiatan Kemhan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia," kata Rico dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rico, J7 Explorer digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya distribusi logistik program ketahanan pangan.

Kapal tersebut telah digunakan untuk mendukung distribusi logistik di sejumlah wilayah, di antaranya Wanam, Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.

Selain mengangkut logistik, kapal J7 Explorer juga dimanfaatkan sebagai lokasi rapat untuk membahas teknis pelaksanaan program pemerintah di lapangan.

Kapal Jadi Penginapan Sementara di Wanam

Rico mengatakan J7 Explorer memiliki fungsi tambahan ketika digunakan di Wanam, Papua Selatan. Keterbatasan fasilitas penginapan di wilayah tersebut membuat kapal dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas selama menjalankan kegiatan.

"Khusus di Wanam, Papua Selatan, karena masih terdapat keterbatasan fasilitas penginapan, kapal tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut," ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan logo Kemhan dipasang pada kapal tersebut. Menurut dia, logo itu berfungsi sebagai penanda bahwa J7 Explorer sedang digunakan untuk mendukung kegiatan kementerian.

"Jadi, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan. Kapal tersebut merupakan sarana pendukung yang dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas," kata Rico.

J7 Explorer Milik Haji Isam

Sebelumnya, keberadaan J7 Explorer dengan logo Kemhan menjadi perhatian setelah fotonya beredar di media sosial. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai status kepemilikan kapal.

Kemhan telah menjelaskan bahwa kapal tersebut merupakan milik swasta yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional dan logistik program ketahanan pangan.

Pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam dalam keterangan terpisah juga menyatakan J7 Explorer merupakan kapal miliknya.

Kapal dengan bobot 8.076 gross tonnage (GT) tersebut dibangun di Batam dan selesai pada 2022.

Menurut Haji Isam, J7 Explorer kini dimanfaatkan sebagai pangkalan bergerak untuk mendukung proyek pengembangan lahan pertanian di Wanam, Papua Selatan.

Kapal itu berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara bagi petugas dan tenaga ahli, sekaligus mendukung rantai logistik di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |